Enam Caleg Korban Lion Air Tidak Bisa Diganti Nama Baru

Kompas.com - 08/03/2019, 23:00 WIB
Logo Komisi Pemilihan Umum KOMPAS.com/GHINAN SALMANLogo Komisi Pemilihan Umum

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Bangka Belitung memastikan nomor urut enam calon anggota legislatif yang menjadi korban jatuhnya Lion Air JT 610 tetap terdaftar pada kertas suara dan tidak bisa digantikan dengan yang baru.

Ketua KPU Kepulauan Bangka Belitung Davitri mengatakan, proses penggantian nama baru tidak memungkinkan lagi karena telah ditetapkannya Daftar Caleg Tetap (DCT).

"Musibah tersebut setelah ditetapkannya DCT untuk Bangka Belitung. Ada proses cukup lama juga sampai dipastikan caleg tersebut memang korban ketika itu," kata Davitri, kepada Kompas.com, di kantor KPU Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (8/3/2019).

Baca juga: Dolar, Anggota DPRD Babel Korban Lion Air JT 610, Hari Ini Berulang Tahun ke-38

Dia menuturkan, enam caleg yang menjadi korban tersebut, lima di antaranya maju untuk DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan satu caleg maju untuk DPRD Kabupaten Belitung.

Saat musibah tersebut, keenam caleg tersebut juga tercatat sebagai anggota DPRD Kepulauan Bangka Belitung periode 2014-2019. Mereka yakni Ahmad Mughni (Golkar), Dollar (PKB), Eling Sutikno (PPP), HK Djunaidi (Demokrat), Mukhtar Rasyid (PAN), dan Murdiman (PKS).

"Sesuai PKPU 20/2018 yang diubah PKPU 31/2018, bagi caleg yang meninggal dunia atau tidak memenuhi syarat namanya dicoret dari DCT. Tapi, di kertas suara nomor urut tetap ada," kata Davitri.

Pengecualian hanya berlaku bagi caleg perempuan karena jika tidak diganti akan mempengaruhi ketentuan kuota 30 persen.

Baca juga: Anggota DPRD Babel Berencana Potong Gaji Santuni Anak Rekannya yang Jadi Korban Lion Air

Selain enam caleg korban Lion Air, dua caleg lainnya juga dicoret dari DCT karena meninggal dunia. Masing-masing caleg PKS untuk DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan caleg PDI Perjuangan untuk DPRD Kabupaten Bangka Barat.

Semuanya itu merupakan caleg laki-laki. Untuk dua nama tersebut, nomor urut dan namanya tercantum di kertas suara, karena sudah terlanjur proses cetak.

"Dari KPU membuat surat edaran kepada KPPS yang menyatakan yang bersangkutan meninggal dunia. Agar disosialisasikan pada pemilih TPS di daerah pemilihan bersangkutan," ucap dia.  

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X