Sosok Serda Yusdin Anggota TNI yang Gugur di Nduga, Tulang Punggung Keluarga hingga Bercita-cita Jadi Prajurit

Kompas.com - 08/03/2019, 18:54 WIB
Keluarga Serda Yusdin di rumah duka di Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara menanti kedatangan jenazah, Jumat (8/3/2019) KOMPAS.com/AMRAN AMIR Keluarga Serda Yusdin di rumah duka di Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara menanti kedatangan jenazah, Jumat (8/3/2019)

LUWU, KOMPAS.com - Keluarga Serda Yusdin menceritakan betapa prajurit TNI itu sejak kecil telah bercita-cita menjadi anggota TNI. Yusdin merupakan salah satu anggota TNI yang tewas saat kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019).

Ibu Yusdin, Enni mengatakan, Yusdin merupakan anak pertama dari empat bersaudara yang merupakan tulang punggung keluarga. 

Sejak kecil, Yusdin bercita-cita untuk menjadi anggota TNI. Bahkan, perilakunya seperti sikap disiplin juga terlihat dalam keseharian Yusdin.

“Sejak kecil dia bercita-cita jadi tentara Kopassus demi negara. 'Biar mati demi tugas negara',  begitu diucapkan sejak dulu,” ucap Enni saat ditemui di rumah duka, di Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (8/3/2019).

Baca juga: 3 TNI Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Untuk menggapai cita-citanya, sepulang sekolah Yusdin membantu keluarga di rumah dan di ladang untuk berkebun. Hasil berkebun itu dia pakai untuk menabung.

Enni mengatakan, anaknya itu juga merupakan tulang punggung keluarga. Yusdin membiayai kebutuhan keluarga bahkan menyekolahkan adik-adiknya hingga kuliah.

“Selama ini sejak menjadi anggota TNI dialah yang membiayai kebutuhan hidup keluarga termasuk membiayai biaya kuliah dan sekolah adik adiknya,” kata Enni 

Enni mengetahui kabar gugurnya Yusdin setelah Jenazah Yusdin dievakuasi dari lokasi penembakan ke rumah sakit di Timika Papua.

Baca juga: Kronologi Serangan KKB yang Akibatkan 3 TNI Gugur di Nduga

Adik Yusdin, Neni mengatakan bahwa kakaknya sebelum berangkat ke Papua sempat berpesan agar rajin kuliah.

“Dia mengucapkan pesan kepada saya bahwa saya harus betul-betul kuliah agar bisa mencapai cita cita saya,” ujar Neni yang saat ini sedang kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kurnia Jaya Persada Palopo.

Jenazah Serda Yusdin diperkirakan akan tiba ke kampung halamannya pada Jumat pukul 23.30 Wita. Sejumlah keluarga dan kerabat melakukan dzikir dan pengajian di rumah duka.

Sebelumnya tiga anggota TNI dilaporkan gugur saat kontak senjata dengan KKB di Nduga, Papua. Tiga prajurit TNI yang gugur yaitu Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X