Cerita 43 Siswa SMK Madiun Terkepung Banjir Bandang Usai Ikut USBN

Kompas.com - 06/03/2019, 22:37 WIB
EVAKUASI-Tim Sar gabungan mengevakuasi siswa (berhelm) dan warga yang terdampak banjir di Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu ( 6 / 3 / 2019) sore. Hingga malam ini bencana banjir makin meluas hingga delapan kecamatan di Kabupaten Madiun. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI EVAKUASI-Tim Sar gabungan mengevakuasi siswa (berhelm) dan warga yang terdampak banjir di Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu ( 6 / 3 / 2019) sore. Hingga malam ini bencana banjir makin meluas hingga delapan kecamatan di Kabupaten Madiun.


MADIUN, KOMPAS.com - Sebanyak 43 siswa SMK Terpadu Wisma Wisnu, Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, tak menyangka banjir bandang yang menerjang di puluhan desa bakal mengepung sekolahnya.

Sebab, saat pagi mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN), siswa dan guru tidak menjumpai ketinggian air banjir bakal masuk ke sekolah.

Usai mengikuti USBN, siswa dan guru dikejutkan air banjir masuk ke dalam kelas. Mengetahui air masuk ke sekolah, siswa dan guru berlari mengungsi di rumah warga yang memiliki bangunan rumah bertingkat.

Baca juga: Banjir Bandang di Madiun Meluas hingga 35 Desa di 8 Kecamatan

"Padahal, tadi pagi sebelum kami ikut USBN belum ada banjir. Tapi, begitu selesai USBN siang harinya, tiba-tiba banjir datang dan masuk ke ruang kelas," kata Ibnu (18), pelajar kelas XII, usai dievakuasi oleh tim SAR gabungan, Rabu (6/3/2019) sore.

Bersama puluhan teman-temannya, Ibnu terjebak lebih dari dua jam di rumah warga setelah mengungsi dari sekolah. Ia bersama rekannya tak bisa menuju jalan raya lantaran ketinggian air banjir mencapai dua meter.

Senada dengan Ibnu, Eka Juwita, guru bimbingan konseling SMK tersebut menyebut anak-anak didiknya terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet lantaran sudah lama terjebak banjir pasca-mengikuti USBN.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Siswa-siswi SMK itu tidak dapat pulang ke rumah lantaran jalan menuju jalan utama tertutup banjir.

"Saat pulang sekolah semua jalan ternyata sudah tertutup banjir. Bahkan, terakhir kami keluar dari sekolah airnya sudah setinggi perut," ungkap Eka.

Baca juga: Banjir Makin Meluas, Kemacetan Ruas Jalan Surabaya-Madiun Mengular hingga 2 Km

Satu persatu anak didiknya dievakuasi dari rumah warga menggunakan perahu karet mulai pukul 15.00 WIB.

Bupati Madiun Ahmad Dawami, yang bersama tim SAR mengevakuasi para siswa membenarkan puluhan siswa terjebak banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Balerejo.

"Tadi pagi saat mereka mulai ujian belum banjir. Tetapi, setelah pulang dari ujian tidak bisa keluar dari sekolah karena air banjir sudah datang," ungkap Ahmad Dawami, yang biasa akrab disapa Kaji Mbing.

Dalam evakuasi itu, Kaji Mbing yang memimpin sendiri mengevakuasi siswa yang terjebak di sekolah. "Saya sendiri tadi yang pimpin evakuasinya," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X