Kompas.com - 06/03/2019, 14:23 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku diminta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mencari donor demi proyek Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok.

Hal itu terungkap saat Ridwan Kamil menghadiri rapat soal UIII di kantor Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (5/3/2019) kemarin.

Untuk itu, ia pun berencana mencari donor dari negara Timur Tengah dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Aljazair dan Maroko.

"Perintah dari Pak Wapres mencari donor-donor pembangunan UIII yang saya posting tadi malam. Dana dari APBN baru sepertiganya, dua per tiganya diharapkan bisa, misalkan gedung satu dari negara anu, gedung dua juga karena ini sifatnya internasional," ujar Emil, sapaan akrabnya saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (6/3/2019).

Ia menjelaskan, UIII akan dibangun di area lahan seluas 140 hektar. Proyek itu diperkirakan bakal membutuhkan dana sekitar Rp 3 triliun.

"Kemarin saya rapat dengan Pak Wapres jadi Universitas Islam Internasional Indonesia itu akan dibangun di Cimanggis, Depok, di lahan seluas 140 hektar. Tahun ini sudah dimulai prosesnya tahap satu. Tahap berikutnya kombinasi anggaran APBN dan rencana saya ke Timur Tengah ini. Total biaya sekitar Rp 3 triliun yang harus digelontorkan dalam sekian tahun," paparnya.

Baca juga: Ridwan Kamil: Pemprov Jabar Siap Bebaskan Lahan untuk Kampus UIII

Jika pembangunan tahap I selesai, sambung Emil, UIII sudah bisa memulai aktivitas belajar mengajar khusus untuk siswa S2 dan S3.

"Kemudian ini cita-citanya agar orang internasional belajar Islam tidak harus ke Al Azhar Kairo misalkan. Tapi suatu hari nanti bisa di Jabar dan Indonesia. Tentulah kita butuh sebuah tempat yang standar internasional dan itu yang dititipkan oleh Pak Wapres dan Pak Jokowi. Minta doanya, kalau lancar tahap I tahun depan kita bisa buka siswa dari internasional untuk S2 dan S3 saja belum ada sarjana," paparnya.

Ada pun untuk proses pemberian kerahiman, Emil mengatakan saat ini masih dalam tahap penghitungan aprasial.

"Jadi ada 366 kepala keluarga yang di sana, tapi yang sesuai aturan hanya 61 KK, 305 tidak sesuai aturan. Kerahiman sedang diaprasial minggu ini nanti untuk diberikan pengganti kepada mereka," tutur Emil.

Baca juga: Groundbreaking UIII Dinilai Tak Perhatikan Nasib Situs Sejarah

"Urutannya aprasial menentukan angka, dibayarkan oleh Kemenag selaku pemilik proyek atau surat keputusan surat dari gubernur. Sisanya nanti dicari cara informalnya. Jadi kita ingin tetap musyawarah tapi tidak disamakan dengan yang 61 yang memang sesuai aturan," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.