77 Rumah Rusak Berat akibat Banjir di Madiun

Kompas.com - 06/03/2019, 13:33 WIB
BERENANG --Nampak warga Dusun Jetak, Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng berenang ketepian setelah melihat kondisi rumahnya yang diterjang banjir, Rabu (6/3/2019) KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI BERENANG --Nampak warga Dusun Jetak, Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng berenang ketepian setelah melihat kondisi rumahnya yang diterjang banjir, Rabu (6/3/2019)

MADIUN, KOMPAS.com - Sebanyak 77 rumah rusak berat di Desa Klumutan, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun setelah diterjang bencana banjir sejak Rabu ( 6/3/2019) dini hari.

Desa Klumutan merupakan desa terparah diterjang banjir yang menyebabkan banyak rumah mengalami kerusakan.

Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto yang dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (6/2/2019) siang, mengatakan 77 rumah warga rusak berat akibat terjangan banjir. Tak hanya itu, dua jembatan penghubung antar dusun juga rusak setelah dihantam banjir.

"Dua titik rumah warga yang rusak parah. Satu titik terdiri 60 rumah dan sisanya 17 rumah rusak akibat diterjang banjir," kata Agus.

Menurut Agus, kerusakan rumah yang diterjang banjir berupa tembok jebol. Tingginya banjir yang mencapai empat meter menjadikan tembok rumah warga jebol.

Baca juga: Banjir Landa Madiun, Sekolah Diliburkan

Agus mengatakan, kerusakan rumah warga parah lantaran posisinya berada di dataran rendah. Tak hanya itu, besar banjir yang masuk ke desanya karena akumulasi kiriman banjir dari lima sungai dari Saradan dan pegunungan Pandan.

"Di titik terparah memang langganan banjir. Tetapi tahun ini banjirnya paling parah dengan ketinggian air mencapai empat meter," kata Agus.

Agus mengatakan, tidak ada korban jiwa dan luka dalam bencana itu. Warga hanya melaporkan kehilangan ternak sapi, kambing dan ayam yang tersapu banjir.

Bila terjadi banjir susulan, pemerintah sudah menyiapkan lokasi pengungsian yang berada di ketinggian.

Baca juga: Banjir di Madiun, Banyak Anak Balita dan Manula Terjebak di Dalam Rumah

Pantuan Kompas.com di Desa Klumutan, warga setempat membersihkan rumah pasca-banjir merendam hingga delapan jam. Lokasi bencana terparah berada di dataran rendah yang tidak jauh dari kantor desa.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X