KILAS DAERAH

Komitmen Kemendes PDTT Bangun Kawasan Pedesaan di Trenggalek

Kompas.com - 06/03/2019, 11:20 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi, melakukan kegiatan Talk Show pembangunan kawasan pedesaan di Pendopo kabupaten Trenggalek Jawa Timur (5/3/2019). KOMPAS.com/SLAMET WIDODOSekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi, melakukan kegiatan Talk Show pembangunan kawasan pedesaan di Pendopo kabupaten Trenggalek Jawa Timur (5/3/2019).

TRENGGALEK,KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT), Anwar Sanusi, mengatakan bahwa dana desa merupakan instrumen dalam membangun kawasan perdesaan, baik dari segi ekonomi, sosial maupun infrastruktur.

"Saat ini ada satu momentum besar, terutama terkait pembangunan pedesaan dan kawasan perdesaan yang memang menjadi komitmen pemerintah saat ini. Itu sudah ditunjukkan dengan adanya dana desa, dan kalau kita lihat dan hitung hampir Rp 257 triliun sampai 2019," ujarnya pada diskusi di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur Selasa (5/03/2019).

Adapun output yang dihasilkan dari dana desa, lanjut Anwar, sangat signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Selain itu, dana desa juga telah dimanfaatkan untuk perbaikan pelayanan sosial dan kebutuhan dasar di tingkat pedesaan, mulai pembangunan PAUD, Polindes, Posyandu, sarana air bersih dan lainnya.

"Perputaran uang dari pengelolaan dana desa ini diharapkan juga mampu mengerakan sektor ekonomi di tingkat desa," kata Anwar.

Menurut dia Kabupaten Trenggalek memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk mendongkrak sektor perekonomian warga. Potensi itu diantaranya kawasan berbasis perkebunan, pertanian dan wisata yang notabene juga sebagai penopang penghasilan asli daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek.

"Trenggalek punya banyak potensi yang menurut saya harus dikembangkan menjadi sebuah kawasan. Kendala yang muncul mungkin SDM. Kami akan identifikasi keahlian yang dibutuhkan untuk mengembangkan kawasan perdesaan itu," tambah Anwar.

Anwar menambahkan, nantinya pemerintah akan mencarikan solusi agar realisasi pembangunan kawasan perdesaan segera terwujud. Hanya, keterlibatan dan komitmen semua pihak mutlak dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut.

"Tak hanya pemerintah, namun juga elemen masyarakat termasuk pihak swasta. Kalau kita sudah punya masterplan yang cukup bagus, kita akan bawa swasta ke Trenggalek. Kami sudah ada MoU kurang lebih dengan 100 perusahaan swasta, dan itu siap mendukung program pengembangan kawasan pedesaan," ucapnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, telah malakukan review dokumen perencanaan kawasan perdesaaan. Hasilnya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memutuskan menunjuk lima kawasan perdesaan baru, di antaranya adalah kawasan Durenan, Pule, Watulimo, Panggul dan Bendungan.

Lima kawasan perdesaan ini punya potensi berbeda-beda. Misalnya di kawasan Bendungan fokus pada agroforestri dan peternakan, sedangkan di kawasan Durenan fokus pada peternakan dan aero spot, Watulimo Desa Wisata, Panggul potensi kelapa dan beberapa potensi di kawasan perdesaan lainnya," kata Nur.

Perubahan review dokumen perencanaan itu, menurut Nur, sekaligus akan mengubah pola distribusi bantuan dan pola pendekatan. Hal itu lantaran setiap kawasan memiliki potensi berbeda-beda.

"Kalau kemarin kita memberikan sokongan desa by desa, besok lebih pada kawasan. Jadi, ada di Durenan, Pule, Watulimo, Panggul, dan Bendungan. Bantuannya gelondongan sehingga nanti potensinya akan lebih besar, karena akumulasi dari potensi masing-masing desa sekitar," ujarnya.

Untuk diketahui, sebelum bertolak ke Jakarta usai menggelar diskusi dan meresmikan sejumlah sarana dan prasarana yang masuk dalam pengembangan strategi pemerintah daerah, rombongan Kemendes PDTT itu meninjau sejumlah lokasi wisata dan beberapa obyek lainnya untuk memetakan potensi dan mengevaluasi kinerja Pemkab Trenggalek.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Punya Hasil Rapid Test Antigen, Sejumlah Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Banyumas

Tak Punya Hasil Rapid Test Antigen, Sejumlah Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Banyumas

Regional
Bupati Sleman Positif Covid-19, Dinkes Sebut Bukan Gegara Vaksin

Bupati Sleman Positif Covid-19, Dinkes Sebut Bukan Gegara Vaksin

Regional
Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada Karawang, Cellica-Aep Bangkal Rangkul Paslon Lain

Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada Karawang, Cellica-Aep Bangkal Rangkul Paslon Lain

Regional
Resmi Jadi Wali Kota Solo Terpilih, Gibran Ucapkan Terima Kasih, Termasuk ke Paslon 2

Resmi Jadi Wali Kota Solo Terpilih, Gibran Ucapkan Terima Kasih, Termasuk ke Paslon 2

Regional
10 Hari Penerapan PPKM di Jatim, Zona Merah Covid-19 Bertambah dari 5 Menjadi 7 Daerah

10 Hari Penerapan PPKM di Jatim, Zona Merah Covid-19 Bertambah dari 5 Menjadi 7 Daerah

Regional
Pasangan Dico-Basuki Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kendal

Pasangan Dico-Basuki Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kendal

Regional
Bangkai Paus Terdampar di Pantai Bali, Ini Dugaan Penyebabnya

Bangkai Paus Terdampar di Pantai Bali, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Truk Masuk Jurang dan Terbakar di Fly Over Kelok 9 Sumbar, Sopir Selamat

Truk Masuk Jurang dan Terbakar di Fly Over Kelok 9 Sumbar, Sopir Selamat

Regional
Kisah Haru Anggota TNI, Rumahnya Tak Layak Huni Direnovasi Polisi

Kisah Haru Anggota TNI, Rumahnya Tak Layak Huni Direnovasi Polisi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 Januari 2021

Regional
Cerita Tim Dokter yang Pisahkan Bayi Kembar Siam Adam dan Aris

Cerita Tim Dokter yang Pisahkan Bayi Kembar Siam Adam dan Aris

Regional
102 Pengungsi Korban Gempa Sulbar Dipulangkan ke Jatim dan Jateng

102 Pengungsi Korban Gempa Sulbar Dipulangkan ke Jatim dan Jateng

Regional
Hampir 2 Pekan PPKM, Tambahan Kasus Covid-19 di Kota Malang Masih Tinggi

Hampir 2 Pekan PPKM, Tambahan Kasus Covid-19 di Kota Malang Masih Tinggi

Regional
Sepekan Lebih PPKM, Kota Magelang Masuk Zona Oranye Covid-19

Sepekan Lebih PPKM, Kota Magelang Masuk Zona Oranye Covid-19

Regional
Mantan Kades Jadi Bandar Sabu, Tewas Ditembak Polisi hingga Punya Senjata Api Pabrikan

Mantan Kades Jadi Bandar Sabu, Tewas Ditembak Polisi hingga Punya Senjata Api Pabrikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X