Padamkan Kebakaran Hutan di Perbatasan, Warga dan TNI Gunakan Alat Semprot Rumput

Kompas.com - 05/03/2019, 20:02 WIB
TNI dan warga di Perbatasan berupaya memadamkan api, Selasa (5/3/2019) Kompas.com / Korem 091TNI dan warga di Perbatasan berupaya memadamkan api, Selasa (5/3/2019)


SAMARINDA, KOMPAS.com - Lahan hutan seluas tiga hektare di Perbatasan RI di Kilo 5, Kecamatan Semanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), terbakar.

Khawatir kebakaran akan meluas, warga Desa Kanduangan, Semanggaris, berusaha memadamkan api dibantu Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam.

Api kebakaran hutan dan lahan tersebut diduga berasal dari masyarakat yang ingin membuka lahan dengan cara membakar hutan di area tersebut. Dikarenakan cuaca yang kemarau dan tidak ada hujan, api merambat hingga sampai di perbatasan.

Dengan alat-alat yang terbatas, warga bersama TNI berusaha memadamkan api menggunakan alat semprot rumput, selama berhari-hari.


Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan Masih Berpotensi Terjadi di Indonesia

Wadansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Rja Kapten Inf Fadliansyah mengungkapkan, kebakaran hutan di wilayah perbatasan bukan kali pertama. Namun, pemadaman kebakaran kali ini terbilang sulit, lantaran kondisi cuaca yang kemarau.

"Cuaca sedang kemarau, alat-alat yang digunakan terbatas. TNI dan warga hanya menggunakan alat semprot rumput sederhana," kata Fadliansyah, Selasa (5/3/2019).

Pembukaan lahan dengan cara dibakar, kata dia, memang kerap terjadi. Sebab, ilalang akan cepat hangus dalam jumlah yang luas. Namun, akibatnya bisa fatal jika tidak dijaga dengan baik.

"Beruntung kebakaran hutan dan lahan tersebut tidak ada korban jiwa, dan Satgas Pamtas sudah berkoordinasi dengan Satgas Manggala Agni setempat untuk menangani masalah pembakaran lahan ini agar tidak terulang kembali," ujar dia.

Baca juga: BNPB Prediksi Maret dan Juni Bakal Terjadi Kebakaran Hutan di Riau

Pihaknya berharap, tidak ada lagi warga yang membakar hutan sembarangan untuk membuka lahan. Apalagi, di musim kemarau.

Tentunya kondisi ini akan lebih cepat memicu api menjadi lebih besar dan sulit untuk dikendalikan.

"Masalah kebakaran hutan menjadi masalah bersama, beruntung masih bisa segera dipadamkan. Jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini," pungkas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Regional
Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Regional
Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Regional
Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Regional
LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

Regional
Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Regional
Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Regional
Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Regional
Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Regional
Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Regional
Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Regional
'Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang'

"Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang"

Regional
Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Regional
DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

Regional
Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X