Polisi: Laporan terhadap Rasilu Dicabut, Proses Hukum Tetap Jalan

Kompas.com - 05/03/2019, 15:51 WIB
Rasilu (38) pengayuh becak yang divonis 1 tahun 6 bulan penjara hanya bisa menangis saat bercerita kepada Kompas.com terkait musibah yang dialaminya di ruang kunjungan Rumah Tahanan Kelas II a Ambon di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, Kamis (28/2/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYRasilu (38) pengayuh becak yang divonis 1 tahun 6 bulan penjara hanya bisa menangis saat bercerita kepada Kompas.com terkait musibah yang dialaminya di ruang kunjungan Rumah Tahanan Kelas II a Ambon di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, Kamis (28/2/2019)

AMBON,KOMPAS.com-Pihak keluarga Maryam, penumpang becak yang meninggal dunia setelah becak yang ditumpanginya terbalik di Jalan Sultan Babullah Ambon sempat melayangkan surat ke polisi untuk penghentian kasus tersebut.

Surat pernyataan itu dilayangkan pihak keluarga korban, karena keluarga menganggap kasus kecelakaan yang terjadi itu merupakan musibah.

Meski begitu, polisi tetap memproses kasus tersebut hingga akhirnya Rasilu, pengayuh becak yang kini divonis 1 tahun 6 bulan disidangkan di Pengadilan Negeri Ambon.

“Adapun namanya lakalantas yang mengakibatkan orang meninggal dunia sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 15 itu menyatakan bahwasanya untuk surat pernyataan itu tidak menggugurkan perkara,” kata Kasat Lantas Polres Pulau Ambon, Iptu Fiat Ari Suhada kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (5/3/2019).

Baca juga: Soal Rasilu Hindari Mobil lalu Becaknya Terbalik, Ini Penjelasan Polisi

Fiat menjelaskan, proses penyelesaian sebuah kasus kecelakaan lalu lintas dapat dilakukan di luar proses hukum, yakni melalui proses mediasi antar pihak-pihak yang berperkara.

Namun, dalam posisi kasus Rasilu itu tidak dapat dilakukan karena kasus tersebut telah dilaporkan oleh pihak keluarga sebelumnya.

Proses mediasi dalam menyelesaikan masalah bisa dilakukan apabila korban mengalami luka ringan dan keluarga korban belum melaporkan ke polisi itu bisa dilakukan mediasi. Nah dalam kasus ini ada korban meninggal dunia,”paparnya.

Menurut Fiat, surat pernyataan dari keluarga korban itu di luar domain penyidik yang menangani kasus tersebut saat itu.

Dia menyebut, meski sudah ada surat pernyataan itu namun proses hukum tidak bisa dihentikan begitu saja.

“Surat pernyataan itu silakan saja dibicarakan kedua belah pihak dengan catatan tidak menggugurkan proses hukum yang berjalan. Karena kami dalam penyidikan lakalantas, kami berpatokan pada perkap sehingga itu hanya membantu pada saat hakim memutuskan perkara,” terangnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X