Kuasa Hukum Sebut Vonis Hakim terhadap Rasilu Tidak Manusiawi

Kompas.com - 04/03/2019, 23:15 WIB
Neles Latuny, kuasa hukum Rasilu yang divonis hakim pengadilan negeri AMbon 1 tahun 6 bulan penjara saat diwawancarai Kompas.com di AMbon, Senin (4/3/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYNeles Latuny, kuasa hukum Rasilu yang divonis hakim pengadilan negeri AMbon 1 tahun 6 bulan penjara saat diwawancarai Kompas.com di AMbon, Senin (4/3/2019)


AMBON, KOMPAS.com - Vonis 1 tahun 6 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Ambon terhadap Rasilu, tukang becak yang kini menjalani masa hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Ambon, dinilai tidak adil dan tidak manusiawi.

“Putusan hakim sangat tidak adil dan tidak manusiawi,” kata Neles Latuny, kuasa hukum Rasilu, kepada Kompas.com, di Ambon, Senin (4/3/2019).

Dia mengungkapkan, dari fakta persidangan, Rasilu tidak melakukan kesengajaan hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut.

Menurut Neles, kecelakaan itu terjadi karena kliennya mencoba menghindar dari sebuah mobil yang menyerempet becak yang dibawa.

Baca juga: PN Ambon Sebut Tukang Becak yang Divonis 1,5 Tahun Lalai hingga Menyebabkan Penumpangnya Tewas

“Jadi, tidak ada unsur kesengajaan, dia (Rasilu) saat itu menghindari mobil yang menyerempet becaknya,” kata dia.

Kalaupun hakim memiliki keyakinan yang kuat bahwa Rasilu bersalah, lanjut dia, seharusnya keyakinan itu saja tidaklah cukup untuk menghukum seseorang.

Sebab, di saat yang bersamaan, kliennya itu juga sedang mencari keadilan.

“Jadi, selain melihat dari sisi hukum, lihat juga dari sisi keadilan, karena Rasilu juga sedang mencari keadilan. Kalaupun dia dihukum bersalah jangan sampai hukumannya terlalu besar karena rasa keadilan dan kemanusiaan juga harus dipertimbangkan,” ungkap dia.

Neles menyebut, pencabutan laporan polisi dan surat pernyataan dari keluarga korban harusnya menjadi salah satu alasan yang meringankan bagi Rasilu.

Namun, fakta tersebut dinilai seolah tidak digubris hakim.

“Harusnya, saat surat pencabutan perkara itu dilayangkan keluarga korban. Saat itu pula kasus tersebut harus SP3. Kita tahu bersama bahwa dalam banyak kasus kecelakaan lalu lintas, penyelesaian kasusnya tidak hanya dilakukan lewat pengadilan tapi juga lewat mediasi,” ungkap dia.

Baca juga: Kehidupan Istri dan Anak Rasilu, Tukang Becak yang Divonis 1,5 Tahun, Terpuruk

Dia mengungkapkan, pascavonis hakim, pihaknya berniat untuk melakukan banding atas putusan tersebut.

Sayangnya, kesempatan itu sudah tidak bisa lagi ditempuh sebab sesuai ketentuan hukum batas pengajuan banding telah berakhir.

“Kami berniat untuk banding tapi saat kami menghubungi saudara Rasilu, dia tidak lagi mau mengangkat telepon. Sekarang sudah lewat, karena sudah lewat 14 hari sejak vonis,” ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X