Sampah Pengunjung yang Buang Sembarangan di Gunung Salak Dibersihkan, Terkumpul 515 Kilogram

Kompas.com - 04/03/2019, 20:54 WIB
Ilustrasi sampah plastik yang mendominasi tempat pembuangan. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOIlustrasi sampah plastik yang mendominasi tempat pembuangan.


SUKABUMI, KOMPAS.com - Sebanyak 515,5 kilogram sampah diangkut dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (4/3/2019) sore.

Sampah lebih dari setengah ton itu berasal dari berbagai jenis sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum pengunjung di sejumlah obyek wisata dan jalur pendakian Gunung Salak.

Berbagai jenis sampah yang mayoritas berbahan plastik itu dibersihkan oleh ratusan peserta kegiatan 'Sapu Gunung' dalam rangka 'Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)' yang diperingati setiap 21 Februari.

Sebelum melaksanakan 'Sapu Gunung', ratusan peserta yang berasal dari berbagai perwakilan organisasi dan instansi itu mengikuti apel siaga peduli sampah di Bumi Perkemahan Kawah Ratu, Kecamatan Cidahu, Sukabumi.

Baca juga: Pengembangan Destinasi Wisata Gunung Salak Terkendala Lahan

"Kegiatan 'Sapu Gunung' ini untuk menggalang persamaan persepsi dan pengetahuan serta kepedulian peserta terhadap pentingnya menjaga kawasan TNGHS agar bersih dari sampah, terutama anorganik," ungkap Kepala Balai TNGHS Awen Supranata, kepada wartawan, usai memimpin apel di Sukabumi, Senin.

Menurut dia, dengan diselenggarakannya kegiatan 'Sapu Gunung' ini, diharapkan dapat menumbuhkembangkan sikap peduli dan proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan ekosistem hutan TNGHS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selain itu, meningkatkan kepedulian kita semua agar lingkungan tempat tinggal masing-masing bersih dari sampah. Karena sampah berlebihan dapat menurunkan kualitas lingkungan," ujar dia.

Dia menuturkan, kegiatan 'Sapu Gunung' ini dipusatkan di Cidahu, Sukabumi. Dengan obyeknya di jalur pendakian hingga Kawah Ratu dan bumi perkemahan serta air terjun.

Kegiatan juga dilaksanakan serentak di wilayah Bogor dan Lebak yang dilaksanakan oleh para pegawai Balai TNGHS dan para sukarelawan.

"Di Kabupaten Lebak, tepatnya di Kecamatan Cibeber. Di sana ada obyek wisata yang baru dibuka dan tahun 2018 saja sudah ada 18.000 pengunjung, tentu ini akan berdampak pada sampah. Makanya sejak awal kami antisipasi,' kata dia.

Baca juga: Pihak SMK 1 Jakpus: Hanya 1 Siswa yang Sakit di Gunung Salak

Sampah-sampah yang dipungut dari kawasan konservasi ini dibawa keluar bekerja sama dengan dinas/instansi di masing-masing kabupaten.

Di Sukabuni, sampah hasil 'Sapu Gunung' diangkut dengan truk sampah milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan dibawa ke tempat pembuangan sampah akhir.

Para peserta 'Sapu Gunung' ini di antaranya diikuti para pelajar, santri dan Pramuka, masyarakat wilayah penyangga Balai TNGHS, mitra TNGHS dari kalangan swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), kelompok pencinta alam, dan kader konservasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.