Luhut: Tak Mungkin Pemerintah Beri Informasi Bohong ke Rakyatnya

Kompas.com - 04/03/2019, 19:11 WIB
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (tengah) didampingi Gubernur Riau Syamsuar (ketiga kiri), Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo (kedua kiri) dan Wali Kota Pekanbaru Firdaus (kiri) memberikan sambutan di area Car Free Day Pekanbaru, Riau, Minggu (3/3/2019). Kedatangan Luhut Binsar Panjaitan ke Pekanbaru untuk menghadiri HUT ke-100 Damkar, Hut ke-69 Satpol PP dan HUT ke-57 Satlinmas yang diperingati secara serentak di Pekanbaru. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc. Rony MuharrmanMenko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (tengah) didampingi Gubernur Riau Syamsuar (ketiga kiri), Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo (kedua kiri) dan Wali Kota Pekanbaru Firdaus (kiri) memberikan sambutan di area Car Free Day Pekanbaru, Riau, Minggu (3/3/2019). Kedatangan Luhut Binsar Panjaitan ke Pekanbaru untuk menghadiri HUT ke-100 Damkar, Hut ke-69 Satpol PP dan HUT ke-57 Satlinmas yang diperingati secara serentak di Pekanbaru. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc.

TEMBILAHAN, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berpesan kepada masyarakat untuk tidak mudah terhasut dengan berita-berita bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Apalagi tentang informasi pemerintahan. Apa yang disampaikan dan dilakukan oleh pemerintah kita, itulah yang sebenarnya. Tidak mungkin pemerintah memberikan informasi bohong kepada rakyatnya," ujar Luhut dalam kunjungan kerja di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, Senin (4/3/2019).

"Untuk itu, sebagai masyarakat cerdas, kita harus mampu menyeleksi bahan bacaan yang benar," tambahnya.

Baca juga: Fakta Lengkap Kasus 31 Kepala Daerah di Jateng, Mendagri Nyatakan Clear hingga Kekecewaan Ganjar Pranowo

Dia pun mengingatkan warga untuk tidak golput pada Pemilu 2019. Luhut meminta masyarakat untuk menggunakan hak suara, memilih calon pemimpin yang sesuai hati nurani melalui hak demokrasi yang dimiliki.

"Gunakan hak pilih sesuai hati nurani pada Pemilu 17 April 2019," kata Luhut.

Pesta demokrasi, lanjut dia, adalah pesta rakyat. Oleh karena itu, sudah seharusnya masyarakat terlibat dalam pesta pemilihan tersebut.

Luhut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan pemilu damai, aman dan berjalan secara demokratis.

"Mari wujudkan pemilu damai dan demokratis, melalui pemilu damai dan demokratis akan lahir pemimpin yang baik," katanya.

Baca tentang


Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Regional
Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X