16 Kades di Jateng Diberi Peringatan Tertulis hingga Hukuman Pembinaan karena Tidak Netral

Kompas.com - 04/03/2019, 17:20 WIB
Komisioner Bawaslu Jateng Rofiudin HandoutKomisioner Bawaslu Jateng Rofiudin

SEMARANG, KOMPAS.com – Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah ( Jateng) Rofiudin mengatakan, 16 kepala desa dan perangkatnya di wilayah Provinsi Jateng telah disanksi karena terbukti tidak netral dalam gelaran Pileg dan Pilpres 2019.

Rofiudin mengatakan, hal itu diketahui dari informasi yang didapatkan Bawaslu Jateng dari sejumlah pejabat daerah terkait. 

"Ada 16 kepala desa atau perangkat desa yang tidak netral. Bawaslu merekomendasikan agar mereka diberi sanksi,” ujar Rofiudin saat dihubungi, Senin (4/3/2019). 

Baca juga: Mendagri: ASN Netral, Hati-hati Tangan, Jari, Ucapan

Rofiudin mengatakan, sanksi yang diberikan cukup beragam, mulai dari peringatan tertulis, hingga hukuman pembinaan.

Sejumlah kepala desa yang terlibat tidak netral tercatat berada di sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Rofiudin mengatakan, modus yang dilakukan para kades tersebut dengan mengunggah foto dengan salah satu capres di Facebook dan membagikan di jejaring WhatsApp.

Modus lain, sambung Rofiudin, yaitu kepala desa berswafoto dengan salah satu calon wakil presiden berikut simbol tangan tanda dukungan.

Modus lain yang ditemukan yaitu para kepala desa ikut serta dalam sosialisasi yang dilakukan para caleg di beberapa daerah, antara lain Pekalongan, Sukoharjo, Banjarnegara dan Purbalingga. 

“Di Magelang, bahkan ada seorang perangkat desa yang ikut aktif dalam acara kampanye,” tambahnya.

Baca juga: Bawaslu Putuskan Deklarasi Ganjar Pranowo dan 31 Kepala Daerah Langgar Aturan

Rofiudin mengatakan, para kepala desa berikut perangkatnya bisa dijerat pidana pemilu jika ikut terlibat atau tidak netral dalam pemilu. Sebagian kepala desa yang diberi sanksi telah diproses pidana. Namun, sebagian dinyatakan tidak cukup bukti.

"Dari berbagai kasus ketidaknetralan kepala desa di Jawa Tengah, ada dua kepala desa yang sudah diproses hukum pidana, yakni di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang. Untuk yang lain, Bawaslu di kabupaten/kota sudah merekomendasi sanksi pelanggaran perundang-undangan lainnya dan meneruskan ke pihak yang berwenang,” ujarnya.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Regional
Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Regional
Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Regional
Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X