Anggota DPR Ini Desak Pemerintah Tertibkan Pertambangan Tanpa Izin

Kompas.com - 03/03/2019, 23:08 WIB
Anggota Komisi VII saat mengunjungi lokasi tambang dan berkoordinasi dengan unsur terkait. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYAnggota Komisi VII saat mengunjungi lokasi tambang dan berkoordinasi dengan unsur terkait.

MANADO, KOMPAS.com - Anggota Komisi VII DPR RI Bara Hasibuan Walewangko meminta pemerintah segera menertibkan aktivitas pertambangan tanpa izin, menyusul peristiwa tertimbunnya puluhan pekerja tambang di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pada Selasa (26/2/2019) pekan lalu.

Menurut Bara, untuk menertibkan pertambangan tanpa izin tidak membutuhkan peraturan daerah.

Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba) dan regulasi-regulasi lainnya sudah cukup untuk melakukan tindakan hukum bagi aktivitas pertambangan tanpa izin.

“Jelas-jelas kegiatan seperti ini harus ada izin, dengan harus memenuhi aspek-aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup,” ujar Bara saat diwawancarai, Minggu (3/3/2019).

Baca juga: Tersandung Penambangan Tanpa Izin, Angka Ekspor Timah Anjlok

Politisi PAN ini mengaku, ada banyak pertimbangan dalam penertiban PETI.

“Apalagi jika aktivitas pertambangan tanpa izin adalah sumber penghasilan bagi masyarakat penambang. Makanya, dalam sistem kita mengenal istilah tambang rakyat. Belum lagi aktivitas pertambangan seperti ini pasti ada backing-an investor atau yang membeli hasil tambang,” kata Bara.

Ia pun meminta pemerintah untuk memfasilitasi agar ada izin bagi pertambangan rakyat dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.

“Jangan sampai pemerintah hanya fokus menertibkan perusahaan pertambangan yang menyalahi izin dan mengabaikan pertambangan-pertambangan tanpa izin sama sekali,” kata Bara.

Dia juga menyoroti aktivitas penambang liar di wilayah perusahaan pertambangan yang memiliki izin kontrak karya.

“Saya menyadari bahwa rakyat bisa menikmati hasil mineral dari daerah tempat tinggal mereka, tetapi izin harus ada untuk mengantisipasi soal keselamatan yang bisa mengancam pekerja tambang. Apalagi peristiwa tertimbunnya para pekerja tambang liar di area PT J Recources Bolaang Mongondouw (JRBM), bukan yang pertama kali.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X