Tekan Kecelakaan di Kalangan Pelajar, Kulon Progo Berniat Buat Ojek Online Lokal

Kompas.com - 03/03/2019, 16:59 WIB
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERABupati Kulon Progo Hasto Wardoyo

KULON PROGO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menjajaki peluang menghadirkan startup lokal di bidang ojek online. Strartup seperti ini akan menyasar pelajar sebagai pangsa pasar terbesarnya.

Rencana ini dirasa penting sebagai upaya pemerintah mendorong warganya untuk berkendara secara baik demi keselamatan semua pemakai jalan raya.

"Sudah dilakukan survey. Mudah-mudahan kita bisa bikin startup Ojek Ku (Kulon Progo)," kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Milennial Road Safety Festival yang berlangsung di Alun-alun Kota Wates, Minggu (3/3/2012).

Tidak hanya Kulon Progo, festival yang berlangsung secara nasional juga digelar pada berbagai kota di Indonesia. Di Kulon Progo, festival berlangsung di alun-alun Wares.

Pelajar pengguna transportasi online dan mereka yang berkendara sendiri merupakan pangsa pasar startup nanti.

Selama ini, mereka sudah banyak memanfaatkan transportasi online maupun bus pelajar. Hanya saja, lebih banyak lagi pelajar yang menggunakan kendaraan sendiri meskipun mereka tidak memenuhi persyaratan cukup, termasuk tidak memiliki SIM.

"Jumlah pelajar ini ribuan. SMP dman SMA sudah naik motor meski legal formil belum memenuhi. Padahal belum punya SIM. Kapasitasnya dipertanyakan. Inilah yang kemudian kita berpikir inovasi apa yang mesti dilakukan," kata Hasto di tengah berlangsungnya festival.

Sartup diyakini bisa jadi salah satu dari banyak jalan keluar untuk mengurangi kalangan pelajar memanfaatkan dan membiasakan diri menggunakan kendaraan. Pelajar jadi bisa lebih memilih antar dan jemput ke sekolah dengan biaya murah dan aman.

Risiko kecelakaan di kalangan usia pelajar juga bisa ditekan.

"Risiko tinggi banyak di kalangan milenial. Biasanya mereka ini pemula (berkendara). Mereka sedang enjoy dengan kendaraan dan berakibat kecelakaan," kata Hasto.

Pemerintah masih berupaya menghadirkan startup ini. Pemkab juga mempertimbangkan beban keluarga yang memanfaatkan ojek online ini nanti dan perlu tidaknya pemerintah ikut memberi subsidi.

Festival merupakan upaya untuk mengampanyekan keselamatan berkendara demi menjamin keselamatan baik pada diri pengemudi maupun orang lain. Kampanye keselamatan berkendara ini memang menyasar generasi milenial, utamanya para pelajar. Pemkab berniat menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan di kalangan pelajar.

Kepala Kepolisian Resor Kulon Progo Ajun Komisaris Besar Anggara Nasution mengungkapkan terjadi sekitar 7800 pelanggaran lalu lintas dan sekitar 400 di antaranya merupakan kecelakaan lalu lintas di 2018. Puluhan anak usia pelajar tewas di jalan raya dalam kecelakaan itu.

"Angka pelanggaran lalu-lintas dan angka kecelakaan didominasi oleh generasi millenial sekitar 64 persen. Kami berharap melalui kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran mereka [generasi millenial] ketika berkendara," kata Anggara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di 'Freezer' Kapal Nelayan China

Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di "Freezer" Kapal Nelayan China

Regional
Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Regional
iPhone Rp 20 Juta Dijambet, Alena Kartaeva, WNA Rusia Menangis di Jalan

iPhone Rp 20 Juta Dijambet, Alena Kartaeva, WNA Rusia Menangis di Jalan

Regional
Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Regional
Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Regional
6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

Regional
Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Regional
Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Regional
Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak 'Wikwik' Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak "Wikwik" Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Regional
Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Regional
Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X