Tolak Perubahan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan, Puluhan Aktivis Jalan Kaki Bandung-Jakarta

Kompas.com - 03/03/2019, 15:57 WIB
Sebanyak 25 aktivis lingkungan dari Aliansi Cagar Alam Jawa Barat, menggelar longmarch dari Bandung menuju Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Minggu (3/3/2019). Longmarch tersebut merupakan aksi lanjutan dari penolakan para aktivis lingkungan  terhadap SK 25/MENLHK/SETJEN/PLA2/1/2018 tertanggal 10 Januari 2018.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Sebanyak 25 aktivis lingkungan dari Aliansi Cagar Alam Jawa Barat, menggelar longmarch dari Bandung menuju Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Minggu (3/3/2019). Longmarch tersebut merupakan aksi lanjutan dari penolakan para aktivis lingkungan terhadap SK 25/MENLHK/SETJEN/PLA2/1/2018 tertanggal 10 Januari 2018.

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 25 aktivis lingkungan dari Aliansi Cagar Alam Jawa Barat, menggelar longmarch dari Bandung, Jawa Barat, menuju Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta.

Longmarch tersebut merupakan aksi lanjutan dari penolakan para aktivis lingkungan terhadap SK 25/MENLHK/SETJEN/PLA2/1/2018 tertanggal 10 Januari 2018.

SK yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup ini berisi perubahan fungsi pokok kawasan hutan dari sebagian kawasan cagar alam Kawah Kamojang seluas 2.391 hektare dan cagar alam Gunung Papandayan seluas 1.991 hektare.

Baca juga: SK Perubahan Status Cagar Alam Kawah Kamojang dan Gunung Papandayan Sudah Final

Berdasarkan pantauan Kompas.com, massa berkumpul di titik 0 kilometer Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/3/2019) pukul 13.00.

Mereka kemudian menggelar doa bersama dan orasi.

Sekitar pukul 13.20, aktivis yang disebut tim 25 bergerak meninggalkan titik 0 kilometer Bandung.

Baca juga: Tolak Perubahan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan, Massa Segel Kantor BBKSDA

Menurut rencana, tim akan beristirahat di Purwakarta, Karawang, Bekasi, dan Depok.

"Tim akan terus bergerak, karena target kami tanggal 6 Maret sudah di Jakarta," ujar tim Pengkampanye Hutan Walhi Jabar Dedi Kurniawan kepada Kompas.com, di Jalan Asia Afrika Bandung, Jawa Barat, Minggu.

Dedi mengatakan, puluhan aktivis lainnya di kota peristirahatan akan bergabung mengikuti longmarch.

Baca juga: BBKSDA Jabar Sebut 4 Alasan Perubahan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan

"Yang banyak nanti dari Depok," katanya.

Selain itu juga akan ada aktivis yang bergerak dari Bandung dan beberapa kota ke Jakarta dengan bus.

Mereka akan berkumpul di Jakarta dan menyambut peserta yang melakukan longmarch.

“Tanggal 6 Maret nanti akan terkumpul sekitar 300-500 orang di Jakarta. Namun, untuk jumlah pastinya baru akan diinformasikan Senin (4/3/2019). Kami masih koordinasi dengan jaringan Walhi di sana,” tutur Dedi. 

Baca juga: Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan Turun, Ridwan Kamil Akan Minta Masukan Masyarakat

Dedi mengatakan, di Jakarta, mereka akan mendatangi Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendesak pencabutan SK 25/MENLHK/SETJEN/PLA2/1/2018.

"Kami mengantongi kajian dari para ahli. Kami berharap bisa bertemu dengan menteri dan beradu argumen (tentang perubahan status),” ujar Dedi. 

"Kami berharap menteri bersikap bijak menyikapi hasil kajian ahli yang sudah kami rangkum," katanya. 


Terkini Lainnya

Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

Regional
200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

Regional
Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Regional
Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Internasional
Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Nasional
Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

Megapolitan
Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

Regional
Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

Regional
Sandiaga Mengaku Sudah Sehat, Lari Sore 5 Kilometer

Sandiaga Mengaku Sudah Sehat, Lari Sore 5 Kilometer

Nasional
Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

Regional
Saat Tidur, Pemimpin Ku Klux Klan di AS Ditembak Mati Sang Istri

Saat Tidur, Pemimpin Ku Klux Klan di AS Ditembak Mati Sang Istri

Internasional
Pengebom Bunuh Diri Sri Lanka Ikut Antre Makanan Sebelum Beraksi

Pengebom Bunuh Diri Sri Lanka Ikut Antre Makanan Sebelum Beraksi

Internasional
3 TPS di Kota Kupang Diputuskan Gelar Pemungutan Suara Ulang

3 TPS di Kota Kupang Diputuskan Gelar Pemungutan Suara Ulang

Regional
Logistik Pemilu Telat Sampai, 30.962 DPT di Nias Selatan Gelar PSU

Logistik Pemilu Telat Sampai, 30.962 DPT di Nias Selatan Gelar PSU

Regional
Viral Video 4 Pemuda Tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan Setelah Minum Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Viral Video 4 Pemuda Tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan Setelah Minum Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan

Close Ads X