Kompas.com - 03/03/2019, 11:02 WIB
Sejumlah personel pemadam kebakaran dari PT Sumatera Riang Lestari melakukan proses pemadaman kebakaran hutan yang berbatasan dengan konsesi perusahaan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (27/2/2019). Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Rupat sudah berlangsung sebulan sejak mulai membara pada 28 Januari 2019, dan tim pemadam gabungan dari Satgas Darurat Karhutla Riau dibantu perusahaan kini mulai bisa mengendalikan kebakaran di daerah tersebut. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ama. ANTARA FOTO/FB AnggoroSejumlah personel pemadam kebakaran dari PT Sumatera Riang Lestari melakukan proses pemadaman kebakaran hutan yang berbatasan dengan konsesi perusahaan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (27/2/2019). Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Rupat sudah berlangsung sebulan sejak mulai membara pada 28 Januari 2019, dan tim pemadam gabungan dari Satgas Darurat Karhutla Riau dibantu perusahaan kini mulai bisa mengendalikan kebakaran di daerah tersebut. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ama.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 43 hotspot atau titik panas di Provinsi Riau, Minggu (3/3/2019).

Jumlah hotspot pagi ini jauh meningkat dari pagi Sabtu kemarin, yakni 23 titik.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Otto Sukisno mengatakan, hotspot paling banyak terdeteksi di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Hotspot di Riau pagi ini terdeteksi 43 titik. Paling banyak di Kepulauan Meranti 27 titik. Kemudian di Pelalawan 13 titik, Bengkalis 2 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 1 titik," kata Otto saat hubungi Kompas.com melalui seluler, Minggu.

Baca juga: BNPB Prediksi Maret dan Juni Bakal Terjadi Kebakaran Hutan di Riau

Dari 43 hotspot yang terdeteksi, kata dia, terdapat 31 titik dengan confidence (tingkat kepercayaan) diatas 70 persen atau titik api di tiga kabupaten.

"Confidence diatas 70 persen di Kabupaten Kepulauan Meranti 22 titik, Pelalawan 8 titik dan Bengkalis 1 titik," sebut Otto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, hotspot yang terpantau di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di mana saat ini karhutla terdapat wilayah Kecamatan Rangsang.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon mengaku bahwa saat ini petugas gabungan sedang melakukan pendinginan di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga: 5 Fakta Kebakaran Hutan di Riau, Hujan Buatan Kurangi Titik Api hingga Aksi Para Prajurit Kostrad

"Ya, Alhamdulillah visibiitynya normal. Kemarin sempat terbakar, Sekarang tinggal pendinginan," ucap La Ode, Minggu.

Dia menyebutkan, upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan oleh petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Manggala Agni, BPBD, perusahaan dan masyarakat peduli api (MPA).

"Dari jajaran Polres Meranti kita kerahkan 6 regu. Masing-masing regu 11 orang. Jadi kondisi sekarang sedang pendinginan," tutup La Ode.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X