4 Minggu Berlalu, Banjir Masih Rendam Sebagian Prabumulih

Kompas.com - 02/03/2019, 20:58 WIB
Banjir yang merendam wilayah Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat terpantau belum surut, Sabtu (2/3/2019). Banyak pengendara kendaraan nekat melintas meski berisiko. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIABanjir yang merendam wilayah Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat terpantau belum surut, Sabtu (2/3/2019). Banyak pengendara kendaraan nekat melintas meski berisiko.

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Memasuki minggu keempat, banjir masih merendam sebagian wilayah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Banjir di wilayah ini sudah mulai terjadi sejak awal Februari. Meski sempat surut, namun banjir kembali naik.

Sabtu (2/3/2019) siang, banjir yang merendam wilayah Kelurahan Payu Putat Kecamatan Prabumulih Barat terpantau masih cukup dalam dengan kedalaman mencapai hingga 1 meter.

Banjir yang merendam wilayah itu sendiri berasal luapan Sungai Lematang dan tingginya intensitas hujan yang menyiram wilayah tersebut.

Baca juga: Jalan Penghubung Prabumulih dan Kabupaten Pali Terendam Banjir


Pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan roda empat terlihat nekat melintasi genangan banjir yang merendam jalan penghubung antara Kota Prabumulih dengan Kabupaten PALI.

Mereka nekat melintas genangan banjir dengan kedalaman hingga 1 meter itu karena tak ada pilihan lain, sebab jika harus memutar jaraknya bertambah jauh.

Sementara itu, pengendara sepeda motor lebih memilih menggunakan perahu dengan membayar sejumlah uang.

Ardi, salah seorang pengendara asal Desa Babad PALI mengatakan, dia melintasi banjir meski dalamnya mencapai 1 meter karena tak pilihan lain.

“Kalau mutar balik sama saja dengan kembali ke desa asal pak sebab tak ada jalan alternatif lain,” tuturnya.

Sementara itu, Azhari, mantan Kepala Desa Payu Putat, mengatakan, banjir kali ini lebih luas dari sebelumnya. Banjir membuat warga yang sebagian besar adalah petani karet tidak bisa menyadap karena kebun karet mereka terendam banjir.

“Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari warga terpaksa mencari pekerjaan lain untuk tambahan, salah satunya menjual jasa menyeberangkan motor dengan perahu dengan imbalan sekedarnya,” tuturnya.

Baca juga: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Prabumulih

Azhari menambahkan, sebelumnya sudah diajukan pembangunan jembatan di jalan tersebut. Namun, hingga saat ini belum terealisasi.

“Sebenarnya kami sudah beberapa kali mengajukan usulan pembangunan jembatan permanen di jalan tersebut, namun belum direalisasikan,” katanya.

Azhari berharap, pemerintah setempat dapat merealisasikan pembangunan jembatan agar warga tak kesulitan lagi untuk melintas sebab jalan itu cukup vital bagi warga di kedua sisi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X