KPU Sikka Masih Kekurangan 783 Bilik Suara

Kompas.com - 02/03/2019, 13:38 WIB
Ketua KPUD Sikka didampingi tiga komisioner saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Rabu (20/2/2019). KOMPAS.com/NANSIANUS TARISKetua KPUD Sikka didampingi tiga komisioner saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Rabu (20/2/2019).

MAUMERE, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, menyatakan saat ini masih kekurangan 783 bilik suara.

Dari total 3.576 bilik suara yang dibutuhkan, KPU Sikka baru menerima 937 unit dari KPU pusat. Sementara KPUD sendiri sudah memiliki stok lama bilik suara sebanyal 2.793 unit.

"Kita masih kurang 783 unit. Sedangkan stok yang ada 2.793," jelas juru bicara KPU Sikka, Herimanto kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Sabtu (2/3/2019).

Sementara itu, untuk kotak suara, KPU Sikka masih kekurangan 160 buah, dari kebutuhan sebanyak 4.702 buah. Saat ini, KPU Sikka menerima 4.551 buah, kondisi baik 4.542 buah dan rusak 9 buah.

Baca juga: Ada 1.066 Pemilih Disabilitas di Kabupaten Sikka, TPS Dipersiapkan Khusus

Kemudian untuk tinta, dari kebutuhan 1.788 botol, KPU Sikka menerima 1.786 botol. Dengan demikian, KPUD kekurangan 2 botol tinta.

Hermanto mengatakan, KPU Sikka sudah melaporkan semua kekurangan itu ke KPU pusat.

"Kami sudah melaporkan kekurangan dan kerusakan. Dan yang rusak pasti tidak bisa digunakan dan diganti kembali," katanya.

Baca juga: KPU Baubau Masih Kekurangan Ratusan Bilik Suara

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X