Diguyur Hujan Selama 4 Jam, Titik Api Karhutla di Rupat Bengkalis Padam

Kompas.com - 01/03/2019, 11:53 WIB
Kondisi cuaca kembali cerah di Kecamatan Rukan, Bengkalis, setelah kawasan itu diguyur hujan selama empat jam, Jumat (1/3/2019). Sejumlah warga beraktivitas seperti biasa, karena kabut asap sudah menghilang. KOMPAS.com/IDON TANJUNGKondisi cuaca kembali cerah di Kecamatan Rukan, Bengkalis, setelah kawasan itu diguyur hujan selama empat jam, Jumat (1/3/2019). Sejumlah warga beraktivitas seperti biasa, karena kabut asap sudah menghilang.

PEKANBARU, KOMPAS.com -  Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, selama empat jam membuat titik api kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) padam, Jumat (1/3/2019). Kabut asap juga tampak berangsur-angsur menghilang.

"Tadi malam turun hujan, akhirnya pagi ini tidak ada lagi titik api. Cuma ada sedikit mengeluarkan asap, karena api dalam gambut belum mati total. Tapi kabut asap sudah tidak ada lagi," ucap Camat Rupat Hanafi saat ditemui Kompas.com di Kecamatan Rupat, Jumat.

Baca juga: Ratusan Warga Serbu Posko Kesehatan Dampak Karhutla di Rupat Bengkalis

Meski demikian, Tim Satgas Karhutla masih tetap melakukan pendinginan di dalam gambut tersebut. Dia juga memastikan tidak ada lagi titik api yang menyala di permukaan lahan gambut.

Hanafi mengatakan, Tim Satgas terus waspada dan siaga agar tidak terjadi lagi karhutla.

"Kita berharap ke depan tidak ada lagi kebakaran, supaya masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa, anak-anak sekolah seperti biasa, pekebun juga seperti biasa, dan kondisi semoga normal kembali," tutur Hanafi.

"Tidak ada api lagi, cuma sedikit berasap. Kita tetap waspada, saat ini tim gabungan masih di lapangan melakukan pendinginan dan penyekatan," tambah Hanafi.

Pantauan Kompas.com, kondisi cuaca di Kecamatan Rupat cerah berawan. Udara terlihat bersih dibanding beberapa pekan sebelumnya saat karhutla melanda kawasan itu.  Masyarakat juga tampak sudah mulai beraktivitas seperti biasa.

Baca juga: Cerita Pasukan Kostrad Siang dan Malam Padamkan Api Karhutla di Bengkalis

Karhutla di Kecamatan Rupat berlangsung lebih kurang satu bulan.  Sepekan lalu, kondisi darurat, karena titik api menyebar di beberapa titik, yakni di Kelurahan Terkul, Kelurahan Pergam, Desa Sri Tanjung, Desa Teluk Lecah dan Desa Kebumen. Luas lahan yang terbakar mencapai ribuan hektar.

Saat itu kabut asap menyelimuti seluruh permukiman warga, yang berdampak terhadap kesehatan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Regional
Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Regional
Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Regional
Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Regional
Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Regional
Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Regional
Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Regional
Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Regional
Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Regional
Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Regional
Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Regional
Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Regional
Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Regional
Ditemukan Dugaan Investasi Bodong di Papua Berkedok Modal Sapi Perah

Ditemukan Dugaan Investasi Bodong di Papua Berkedok Modal Sapi Perah

Regional
Isap Sabu untuk Potong Rambut Banyak Pelanggan, Tukang Cukur Masuk Bui

Isap Sabu untuk Potong Rambut Banyak Pelanggan, Tukang Cukur Masuk Bui

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X