KLB Rabies di di Dompu, Bagaimana Virus Ini Bisa Mematikan?

Kompas.com - 01/03/2019, 07:24 WIB
Iniah anjing liar di Pasar Karang Lelede, Kota Mataram, sejuah ini belum ada kasus rabies ditemukan di Mataram KOMPAS.com/FITRI RIniah anjing liar di Pasar Karang Lelede, Kota Mataram, sejuah ini belum ada kasus rabies ditemukan di Mataram

Seteleh terinfeksi, muncul beberapa gejala klinis, antara lain perubahan tingkah laku seperti mencari tempat yang dingin atau menyendiri, agresif atau menggigit benda-benda yang bergerak, memakan benda-benda yang tidak seharusnya menjadi makanannya, hiperseksual, mengeluarkan air liur berlebihan, inkoordinasi, kejang-kejang, dan paralisis/lumpuh.

"Bahkan penderita bisa alami kematian dalam waktu 14 hari, namun umumnya mati pada 2-5 hari setelah tanda-tanda tersebut terlihat," ujar dr. Nadia.

Sementara, gejala rabies yang terlihat jika terinfeksi terhadap manusia, yakni muncul gejala radang otak akut, seperti hiperaktivitas, kejang-kejang, atau kelumpuhan.

Virus rabies ini juga bisa menyebabkan kematian pada manusai karena gagal pernafasan pada hari ke 7-10 sejak timbul gejala pertama (onset) dan mempunyai riwayat gigitan oleh hewan penular rabies (HPR).

Upaya Pemerintah

Dari Mataram dilaporkan, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Mutuwalli mengatakan, sebagai tindak lanjut dari KBL rabies ini, Tim Dinas Pertanian dan Kedokteran Hewan Kota Mataram melakukan eliminasi dengan meracun ratusan anjing liar dengan racun strichnine untuk mengantisipasi hewan peliharaan terinfeksi rabies.

Menurut Nadia, cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus rabies meluas dengan cara vaksinasi.

"Cara yang paling efektif adalah vaksinasi rabies pada seluruh hewan pembawa rabies. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berperan bila terjadi gigitan rabies maka mencegah terjadinya kematian karena case fatality rate akibat rabies adalah 100 persen," ujar dr. Nadia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi untuk tindakan pada hewan dan menyatakan suatu daerah bebas rabies adalah peranan Kementerian Pertanian (Kementan)," tambah dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X