Bupati Madiun Moratorium Perijinan Investasi, Bagaimana Nasib Investor?

Kompas.com - 28/02/2019, 08:11 WIB
Bupati Madiun Ahmad Dawami (Kaji Mbing). KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Bupati Madiun Ahmad Dawami (Kaji Mbing).

MADIUN, KOMPAS.comBupati Madiun Ahmad Dawami atau akrab disapa Kaji Mbing mengambil opsi moratorium perijinan investasi usaha hingga waktu yang belum ditentukan.

Menurut dia, opsi tersebut diambil untuk memberantas mafia perijinan di Kabupaten Madiun.

"Mafia bisa bergerak kalau ada celah regulasi untuk dia masuk. Selain itu soal integritas SDM-nya. Untuk itu sistem dan integritas yang harus diperbaiki," ujar Bupati Kaji Mbing kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (27/2/2019)

Kaji Mbing menyayangkan bila untuk pengurusan ijin investasi, investor lebih percaya kepada mafia dibandingkan kepada pemerintah.

Baca juga: Bupati Madiun Wajibkan SMP Miliki Ikon Antikorupsi dan Antiradikalisme

"Masak pemerintah dengan mafia lebih dipercaya mafianya. Itu kurang ajar. Kalau percaya mafia silakan minta tanda tangan ke mafia perijinan saja," kata Kaji Mbing.

Kaji Mbing mengatakan, pascadilantik sebagai bupati dirinya sama sekali belum meneken dokumen perijinan usaha yang diajukan.

Pasalnya, ia menilai banyak pembenahan yang harus dilakukan agar ijin yang dikeluarkan kelak tidak bermasalah.

"Perijinnan investasi kami moratorium karena saat ini masih ada perbaikan regulasi. Regulasi yang relevan dipakai sementara regulasi yang tidak dipakai," kata Kaji Mbing.

Bagaimana nasib investor?

Menyoal nasib investor yang sudah ajukan ijin sejak tahun lalu dan mengeluarkan banyak uang, Kaji Mbing meminta para investor menemuinya.

"Habisnya dimana. Kalau mereka komitmen berantas mafia perizinan omong di saya. Saya tanya mereka tidak mau omong," kata Kaji Mbing.

Bagi Kaji Mbing penyebab investor mau masuk itu bukan hanya mudah sulitnya ijin. Tetapi bagaimana pengeluar ijin dan penerima ijin bisa melaksanakan hak dan kewajiban secara baik.

Dengan demikian kalau regulasi salah maka pemerintah dan pengusaha tidak bisa melaksanakan hak dan kewajiban.

Baca juga: Bupati Madiun Gembleng Kepala Dinas: Dikarantina Marinir, Datangkan Mahfud MD, hingga Emha Ainun Nadjib

 

Kalau tidak bisa laksanakan hak dan kewajiban maka pemerintah tidak bisa melindungi orang berinvestasi

"Kalau investor percaya pada makelar maka biaya investasi semakin tinggi. Kondisi itu menjadikan pengusaha tidak bisa membayar gaji karyawannya sesuai dengan UMR. Sementara kalau biaya investasi rendah maka investor bisa lebih besar, UMR bisa dijalankan," pungkasnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua PDP yang Dirawat di Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

Dua PDP yang Dirawat di Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Regional
UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

Regional
Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Regional
Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Regional
Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Regional
Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Regional
Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X