Indonesia Diprediksi Alami El Nino, Pemerintah Diminta Waspada

Kompas.com - 27/02/2019, 18:48 WIB
ILUSTRASI KEMARAU  
KOMPAS/RINI KUSTIASIHILUSTRASI KEMARAU


BOGOR, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia bakal menghadapi fenomena iklim El Nino di tahun ini.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan BMKG, terjadi perubahan anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik berkisar di bawah 1 dan di atas 0,5 atau dalam kategori lemah.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Herizal mengatakan, prediksi tersebut bisa menjadi rujukan bagi pemerintah untuk mewaspadai dampak El Nino.

Herizal menyebut, meski kekuatannya masih lemah, namun diperkirakan akan berdampak pada musim kemarau di Indonesia.

Baca juga: Antisipasi El Nino di 2019, BPPIKHL Bersiap Cegah Karhutla

"Ada potensi El Nino lemah dari bulan Januari sampai Juli. Dampaknya berupa kemarau panjang dan dapat berpotensi mengganggu produksi di sektor pertanian maupun kebakaran hutan," ucap Herizal, di IPB International Convention Center, Rabu (27/2/2019).

Herizal menambahkan, peluang terjadinya El Nino di tahun ini sebesar 55-60 persen. Dia mengungkapkan, dari bulan Juli-September 2019, iklim diperkirakan lebih kering.

Sementara, 25,5 persen wilayah berpotensi mengalami musim kemarau lebih maju, dan 24 persen wilayah berpotensi mengalami musim kemarau di atas normal.

Berkaca pada kejadian El Nino di tahun 2015, dampak yang ditimbulkan di sektor pertanian cukup luas.

Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada saat itu, kekeringan melanda 16 provinsi meliputi 102 kabupaten/kota dan 721 kecamatan.

Pulau Bali dan Nusa Tenggara mengalami defisit air sekitar 20 miliar meter kubik. Selain itu, lahan pertanian seluas 111.000 hektare juga mengalami kekeringan.

" Pemerintah perlu mewaspadainya dengan mengantisipasi terjadinya kekeringan dan kegagalan panen, termasuk kebakaran hutan," sebut dia.

Baca juga: Sah, 2017 adalah Tahun Terpanas Tanpa El Nino

Sementara itu, Sekjen Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) Hindarwati menuturkan, salah satu upaya untuk mengantisipasi dampak El Nino adalah dengan menanam varietas tanaman yang adaptif terhadap kekeringan.

Ia melanjutkan, peran pemulia tanaman dan perusahaan perbenihan sangat penting untuk memberikan akses terhadap benih unggul yang adaptif di musim kering kepada petani.

"Beberapa contoh varietas yang adaptif di musim kering saat ini sudah ada, misalnya cabai besar Gada MK F1, cabai keriting Laba F1 dan Lado F1, tomat Tymoti F1 dan labu Suprema F1," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Kalsel Berangsur Surut, Puluhan Pengungsi Mulai Pulang ke Rumah

Banjir Kalsel Berangsur Surut, Puluhan Pengungsi Mulai Pulang ke Rumah

Regional
PPKM di Jatim Diperpanjang 2 Pekan, Berlaku untuk 17 Daerah Zona Merah Covid-19

PPKM di Jatim Diperpanjang 2 Pekan, Berlaku untuk 17 Daerah Zona Merah Covid-19

Regional
PPKM Kota Malang PKL Boleh Berjualan di Atas Pukul 20.00 WIB, Ini Syaratnya

PPKM Kota Malang PKL Boleh Berjualan di Atas Pukul 20.00 WIB, Ini Syaratnya

Regional
Mobil Diduga Milik Wakil Ketua DPRD Sulut Diadang Istri, Polisi: Diproses Kalau Ada Laporan

Mobil Diduga Milik Wakil Ketua DPRD Sulut Diadang Istri, Polisi: Diproses Kalau Ada Laporan

Regional
DPRD Gelar Sidang Paripurna Pemberhentian Wakil Wali Kota Probolinggo MS Subri

DPRD Gelar Sidang Paripurna Pemberhentian Wakil Wali Kota Probolinggo MS Subri

Regional
Ganjar Optimistis Vaksinasi Tahap Pertama di Jateng Selesai Sebelum 28 Januari 2021

Ganjar Optimistis Vaksinasi Tahap Pertama di Jateng Selesai Sebelum 28 Januari 2021

Regional
Ahli Virologi Kritik Acara PDI-P Bali: Itu Bukan Contoh yang Baik, Jangan Ditiru

Ahli Virologi Kritik Acara PDI-P Bali: Itu Bukan Contoh yang Baik, Jangan Ditiru

Regional
Viral Video Pasangan Remaja Mesum di Atas Motor, Terekam CCTV Hotel di Tasikmalaya

Viral Video Pasangan Remaja Mesum di Atas Motor, Terekam CCTV Hotel di Tasikmalaya

Regional
Pemkot Tegal Berencana Buka Bioskop 1 Februari, IDI Kritik: Pasien Covid-19 Masih Banyak

Pemkot Tegal Berencana Buka Bioskop 1 Februari, IDI Kritik: Pasien Covid-19 Masih Banyak

Regional
Luka Kerusuhan 2019 Belum Hilang, Dewan Adat Papua Desak Polisi Tindak Ambroncius Nababan

Luka Kerusuhan 2019 Belum Hilang, Dewan Adat Papua Desak Polisi Tindak Ambroncius Nababan

Regional
Fakta Suami Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Berawal dari Hendak Digugat Cerai

Fakta Suami Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Berawal dari Hendak Digugat Cerai

Regional
Bupati Gunungkidul dan Wakilnya Tak Ikut Divaksin Covid-19 Kamis Besok

Bupati Gunungkidul dan Wakilnya Tak Ikut Divaksin Covid-19 Kamis Besok

Regional
Dokter JF Punya Riwayat Jantung tapi Tetap Divaksin, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Dokter JF Punya Riwayat Jantung tapi Tetap Divaksin, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Regional
Heboh Penemuan Kerangka Manusia Utuh di Perbukitan Hutan Jepara

Heboh Penemuan Kerangka Manusia Utuh di Perbukitan Hutan Jepara

Regional
Ibu Hamil 7 Bulan Ditangkap Polisi gara-gara Nekat Jualan Sabu di Warung Kopi

Ibu Hamil 7 Bulan Ditangkap Polisi gara-gara Nekat Jualan Sabu di Warung Kopi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X