Polda Sumsel Usut 9 Kasus Dugaan Kades Selewengkan Dana Desa

Kompas.com - 27/02/2019, 18:41 WIB
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara telah membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku pemerkosaan terhadap seorang bidan inisial Y yang bertugas di Ogan Ilir. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara telah membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku pemerkosaan terhadap seorang bidan inisial Y yang bertugas di Ogan Ilir.

PALEMBANG, KOMPAS.com Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya tengah mengusut sembilan kasus dugaan penyelewengan dana desa oleh kepala desa (kades) di Sumsel .

Tujuh kasus dalam tahap penyelidikan, sedangkan dua kasus lainnya sudah P21 atau berkas penyidikan sudah lengkap dan siap untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Zulkarnain mengatakan, kades yang terjerat dugaan penyelewengan dana desa tersebut, diduga menggunakan anggaran untuk kepentingan pribadi.


"Kesalahan yang mereka lakukan yakni melakukan pengerjaan fiktif seperti membangun jalan. Uangnya sudah diambil namun pengerjaan bangunannya tidak beres. Bahkan, ada yang melakukan mark up anggaran," kata Zulkarnain saat ditemui di Hotel Horison, Palembang, Rabu (27/2/2019).

Baca juga: Buron 3 Tahun, Terpidana Kasus Korupsi Diringkus Kejari Sumedang

Dua kasus penyelewengan dana desa oleh kades yang telah dinyatakan lengkap untuk menjalani proses sidang. yaitu untuk kasus di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Lahat.

"Sudah lengkap berkasnya untuk yang dua itu, kasusnya 2017. Awal tahun sudah dilengkapi dan dilimpahkan ke jaksa," kata dia.

Zulkarnain menjelaskan, Polri telah membentuk tim saber pungli untuk mengantisipasi penyelewengan dana desa seperti melihat chek list perencanaan pembangunan desa dan pelaksanaan serta pertanggungjawaban.

"Jadi kami bisa melakukan pencegahan. Namun, memang masih ada saja yang nakal," ujarnya.

Baca juga: Di Persidangan, Jaksa KPK Beberkan Modus Praktik Korupsi Wali Kota Pasuruan

Sebelumnya, Zulfikri (41) mantan Kepala Desa Ulak Lebar, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, harus di sel tahanan lantaran telah membeli satu unit mobil jenis Toyota Avanza dengan menggunakan dana desa.

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan Alex Andrian mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit APBDes pada 2018.

Dalam audit tersebut terungkap, jika dana desa yang dikucurkan pemerintah sebesar Rp 801 juta telah disalahgunakan tersangka untuk membeli mobil serta keperluan pribadi hingga negara mengalami kerugian sebesar Rp Rp 359 juta.

"Tersangka memakai dana tersebut untuk membeli satu unit mobil, serta berangkat keluar kota," kata Alex, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Selasa (26/2/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X