Emil Dardak Heran Dokter Spesialis Tidak Tertarik Bekerja di Madiun

Kompas.com - 27/02/2019, 08:04 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak berdialog dengan siswa sekolah saat berkunjung di RSUD Dr Soedono Madiun, Selasa (26/2/2019) KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak berdialog dengan siswa sekolah saat berkunjung di RSUD Dr Soedono Madiun, Selasa (26/2/2019)

MADIUN, KOMPAS.com — Tak hanya mengecek ruang rawat inap hingga toilet, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak juga mendapatkan cerita menarik saat berkunjung di RSUD Soedono Madiun.

Mantan Bupati Trenggalek itu mendapatkan keluhan soal keengganan dokter spesialis bekerja di kota pecel tersebut. Emil pun heran lantaran Madiun sudah masuk dalam kategori kota.

"Dokter-dokter spesialis belum tertarik ke sini. Ini yang harus kami bedah kenapa penyebabnya. Kami ingin memposisikan Madiun ini sebagai kota yang sangat layak huni," ujar Emil disela kunjungannya di RSUP Dr Soedono Madiun, Selasa ( 26 / 2 / 2019) sore.

Ia menduga bisa jadi ketersediaan rumah dokter atau soal fasilitas yang membuat dokter spesialis enggan ke Madiun. Selain itu kemungkinan para dokter spesialis juga melihat potensi pasiennya banyak atau tidak di Madiun.

Baca juga: Emil Dardak Minta KONI Jatim Cetak Pesepak Bola Kelas Dunia

"Untuk itu kami akan ditelaah lebih dalam kenapa dokter-dokter belum tertarik. Mungkin perlu marketing yang lebih menancap lagi ke pendidikan dokter spesialis di universitas," kata Emil.

Emil lalu menceritakan bagaimana triknya mendatangkan dokter spesialis saat dirinya masih menjabat sebagai bupati Trenggalek.

Untuk mendatangkan dokter spesialis, ia memberlakukan wajib kerja dokter spesialis yang diambil dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kalau dahulu saat saya menjadi bupati di Trenggalek, saya mendorong wajib kerja bagi dokter spesialis yang diambil di Kemenkes. Selain itu menyediakan fasilitas rumah, serta mendorong pengusaha agar mendirikan bioskop agar mereka betah," kata Emil.

Baca juga: Ketemu Emil Dardak di RSUD Dr Soedono, Ibu Ini Menangis Curhat Kondisi Sakit Anaknya

Kepada manajemen rumah sakit, Emil menyarankan agar dilakukan survei dan testimoni enaknya di Kota Madiun. Tak hanya itu, manajemen juga harus meyakinkan tentang enaknya mengabdi di RSUD Soedono.

Direktur RSUD dr. Soedono, dr. Bangun T Purwaka menyatakan salah satu alasan dokter spesialis enggan bekerja di Madiun lantaran menganggap Madiun sebagai kota kecil. Padahal manajemen rumah sudah menyiapkan gaji mulai Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per bulan.

"Dianggap ini (Kota Madiun) ini kota kecil. Kami buka pendaftaran dokter spesialis tidak ada yang daftar," ujar Bangun. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X