Inisiatif Pola Jaring Pelajar SMP di Sumedang Mampu Atasi Sampah Biang Banjir

Kompas.com - 27/02/2019, 07:20 WIB
Pelajar Internasional Green School bersama tim URC DLHK Sumedang memasang jaring penahan sampah untuk mengatasi masalah banjir yang kerap merendam Jalan Kutamaya, Kompleks Islamic Center Sumedang, Selasa (26/2/2019). KOMPAS.com/AAM AMINULLAHPelajar Internasional Green School bersama tim URC DLHK Sumedang memasang jaring penahan sampah untuk mengatasi masalah banjir yang kerap merendam Jalan Kutamaya, Kompleks Islamic Center Sumedang, Selasa (26/2/2019).

SUMEDANG, KOMPAS.com - Pemandangan menarik terlihat di saluran irigasi Burujul, Lingkungan Islamic Center, Jalan Kutamaya, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019) pagi pukul 09.00 WIB.

Di lokasi ini, belasan siswa SMP Internasional Green School Sumedang memandu tim Unit Reaksi Cepat (URC) Penanggulangan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kabupaten Sumedang untuk memasang jaring penahan sampah yang kerap menumpuk di jembatan saluran irigasi tersebut.

Pemasangan jaring tersebut dimaksudkan untuk menahan sampah agar tidak menumpuk dan menimbulkan saluran air tersendat hingga menyebabkan air meluap dan badan jalan kabupaten terendam banjir.

Baca juga: Unik, Ini Inovasi Biola Rotan Listrik Ciptaan ITB

Salah seorang siswa Arya Haikal (11) mengatakan, pemasangan jaring itu sebagai upaya untuk mengatasi masalah sampah yang kerap menjadi biang banjir Jalan Kutamaya.

"Kami sedih karena melihat jalan ini selalu banjir saat hujan. Katanya banjir disebabkan air dari saluran irigasi di sini tersumbat tumpukkan sampah. Makanya kami inisiatif membuat pola dengan cara memasang jaring yang jaraknya sekitar 100 meter dari jembatan," ujarnya kepada Kompas.com di lokasi.

Tujuannya, kata Arya, agar sampah tersebut dapat tertahan di jaring yang telah terpasang. Sehingga saat hujan atau ketika debit air sungai tinggi, sampah tidak menumpuk di bawah jembatan.

"Iya tujuannya itu, jadi kalau di pasang jaring nanti tiap sejam sekali, sampah yang ada di selokan ini bisa ditarik ke atas," tuturnya.

Baca juga: Si Enis, Helm Tenaga Surya Ciptaan Guru yang Gemas Lihat Ulah Siswanya

Di tempat yang sama, Direktur Internasional Green School Sumedang Sony Abunawas Anhar menuturkan, pemasangan jaring yang dilakukan ini merupakan gagasan para siswanya.

"Gagasannya datang dari anak-anak langsung. Mereka sharing ke kami, dan dalam hal ini, kami (sekolah) hanya memasilitasinya," ucapnya.

Untuk merealisasikan ide ini, kata Sony, pihaknya menggandeng DLHK Sumedang.

"Setelah ide ini muncul kami koordinasi dengan dinas. Dan dari pihak dinas merespons positif, lalu menurukan tim URC untuk membantu para siswa memasang jaringnya. Jadi para siswa yang memola dan mengarahkan pemasangannya, tim URC kemudian memasang jaringnya," ungkapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X