Ujung Kulon Ditargetkan Jadi Geopark Nasional November 2019

Kompas.com - 27/02/2019, 05:47 WIB
Perjalanan menuju Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (1/5/2015). KOMPAS/INGKI RINALDIPerjalanan menuju Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (1/5/2015).

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Taman Nasional Ujung Kulon ditargetkan berubah status menjadi Geopark Nasional November 2019 mendatang. Saat ini proses perubahan status tengah digarap oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, pihaknya memperoleh banyak dukungan untuk menjadikan Ujung Kulon sebagai Geopark Nasional, satu di antaranya adalah dari Kementerian Pariwisata.

"Bertahap prosesnya, kita sudah ikuti tahap demi tahap, hari ini kita bahas badan pengelolanya, nilai jualnya seperti apa," kata Irna kepada wartawan di sela FGD Pembentukan Badan Pengelola Geopark di Labuan, Pandeglang, Selasa (26/2/2019).

Irna mengatakan, kawasan Ujung kulon memenuhi syarat untuk menjadi Geopark dimana memiliki keragaman budaya, keanekaragaman hayati berupa badak bercula satu dan warisan geologi.

Baca juga: Di Ujung Kulon, Badak Jawa Bercula Satu Bernama Samson Ditemukan Mati

Sementara Anton Setyo Nugroho dari Kesekretariatan Komite Nasional Geopark Indonesia mengatakan, jika tidak ada hambatan, Ujung Kulon bisa berubah menjadi Geopark Nasional pada November 2019 mendatang.

"Kalau pemerintah daerah siap, November bisa jadi Geopark, prinsipnya kami ingin mendorong saja, karena potensinya luar biasa," kata Anton kepada media di tempat yang sama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anton mengatakan, didorongnya Ujung Kulon menjadi Geopark Nasional, sebagai jalan supaya diakui sebagai Geopark UNESCO. Diketahui salah satu syarat menjadi Geopark UNESCO, satu di antaranya telah menjadi Geopark Nasional minimal satu tahun.

Baca juga: Bupati Pandeglang Minta Camat Patroli Ingatkan Warga Jauhi Area Pantai

Saat ini di Indonesia sudah terdapat 19 Geopark, empat di antaranya sudah diakui sebagai Geopark Dunia oleh UNESCO.

"Harapannya jika sudah diakui dunia, UNESCO Global Geopark, lebih mudah pengenalan kepada masyarakat luas dan mendatangkan wisatawan," kata dia.

Terkait status Ujung Kulon saat ini sebagai Taman Nasional, Anton mengatakan, tidak akan masalah. Jika ditetapkan sebagai Geopark, kata dia, Ujung Kulon akan dikelola oleh Badan Kelola khusus.

Baca juga: Sempat Lumpuh 18 Jam, Jalan Kawasan Geopark Ciletuh Kembali Bisa Dilalui

"Tidak akan bentrok, tetap dikelola oleh Undang-undang Menteri Kehutanan, teman-teman di Taman Nasional. Tapi mereka satu integrasi satu jalan bahwa ini kawasan Geopark," Ujar dia.

Geopark Ujung Kulon direncanakan meliputi delapan kecamatan di Kabupaten Pandeglang antara lain, Kecamatan Sumur, Cimanggu, Carita, Labuan, Pagelaran, Sukaresmi, Panimbang dan Cigeulis.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.