Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas Biaya Pendidikan

Kompas.com - 26/02/2019, 23:56 WIB
Sejumlah siswa-siswi kelas XII di SMA Negeri 3 Surabaya melaksanakan tryout untuk persiapan menjelang ujian nasional, Selasa (26/2/2019).KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Sejumlah siswa-siswi kelas XII di SMA Negeri 3 Surabaya melaksanakan tryout untuk persiapan menjelang ujian nasional, Selasa (26/2/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan program untuk menggratiskan sumbangan pembinaan pendidikan ( SPP) bagi SMA/SMK di Jatim.

Dengan program bernama  Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas) itu, Pemprov Jatim, melalui Dinas Pendidikan Jatim, akan memberlakukan SPP gratis bagi SMA/SMK di Jawa Timur mulai Juli 2019 mendatang, atau saat tahun ajaran baru 2019-2020 dimulai.

Tak hanya SPP gratis, Pemprov Jatim juga memberikan seragam gratis bagi pelajar, termasuk penggantian perabotan-perabotan rusak di sekolah.

"Ya, nanti itu tahun ajaran baru (SPP gratis) yang sudah akan dimulai bulan Juli 2019," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rahman, kepada Kompas.com, Selasa (26/2/2019).

Baca juga: 5 Fakta Program Terobosan Gubernur Khofifah, Gratiskan SPP hingga Utus Emil Temui 3 Kepala Daerah

Saiful menegaskan, untuk SMA/SMK negeri di Jatim, biayanya akan ditanggung penuh.

Sementara untuk SMA/SMK swasta, sifatnya diberi subsidi.

"Sekolah swasta (SPP gratis) tidak diberikan full," ujar Saiful.

Ia mencontohkan, SPP untuk SMA/SMK swasta di Surabaya, misalnya, rata-rata Rp 200.000 per bulan.

Namun, saat ini biaya SPP itu akan dipangkas agar bisa meringankan beban orang tua siswa.

"Sesuai SE gubernur dulu (Soekarwo), standar SPP Surabaya Rp 135.000. (Saat ini) berarti orang tua siswa tinggal membayar Rp 65.000 saja," jelasnya.

Sementara itu, untuk SMA/SMK swasta elite di Jawa Timur, tidak akan mendapatkan subsidi dari Pemprov Jatim.

"Kalau sekolah swasta yang gede-gede, mereka tidak mau menerima yang begitu-begitu (subsidi). Karena bayar SPP-nya saja Rp 2 juta," kata Saiful.

Secara keseluruhan, pembebasan biaya pendidikan itu akan diberikan kepada 3.725 sekolah di Jatim. Rinciannya, 1.720 SMA negeri dan swasta serta 2.005 SMK negeri dan swasta di Jatim.

"Kemungkinan yang terbayar semua adalah SMK. Karena yang sekolah di SMK rata-rata golongan menengah ke bawah. Kalau SMA itu rata-rata dari golongan mampu," tambah Saiful.

Selain itu, insentif semua guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di sekolah juga dilakukan pemerataan.

Dinas Pendidikan Jatim, menurut Saiful, menyiapkan insentif bagi GTT dan PTT di SMA/SMK pendidikan khusus dan layanan khusus (PKLK), yang jumlahnya sekitar 21.000 orang.

Karena, sementara ini, baru ada 8.000 GTT dan PTT yang menerima intensif dari Pemprov Jatim. Insentif yang akan dibayarkan tidak berubah, yakni Rp 750.000.

"Program-progam di Dinas Pendidikan merupakan program yang semuanya dicanangkan Bu Khofifah, gubernur baru," Saiful menambahkan.


Terkini Lainnya


Close Ads X