Guru Olahraga yang Cabuli Siswinya Diduga Idap Paedofilia

Kompas.com - 26/02/2019, 13:59 WIB
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna di Mapolres Malang Kota, Selasa (26/2/2019). KOMPAS.com/ANDI HARTIKKasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna di Mapolres Malang Kota, Selasa (26/2/2019).

MALANG, KOMPAS.com - IS, guru olahraga SDN Kauman 3 Kota Malang terduga pelaku pencabulan terhadap siswinya, diduga mengidap kelainan seksual atau paedofilia. Karenanya, ia mencabuli siswinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Untuk lebih lanjutnya belum kami ambil kesimpulan. Tapi memang ada motif ke arah sana, ke pencabulannya," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna di Mapolres Malang Kota, Selasa (26/2/2019).

Nantinya, polisi akan memeriksa kejiwaan IS selaku terduga pelaku pencabulan terhadap siswinya. Saat ini, polisi sudah menaikkan status kasus itu ke ranah penyidikan. Artinya, polisi sebentar lagi akan menetapkan IS sebagai tersangka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, IS melakukan pencabulan terhadap siswinya sejak Desember 2018. Sudah ada 18 orang saksi yang diperiksa polisi terkait kasus tersebut.


Baca juga: Cabuli Siswinya, Guru Olahraga di Malang Berpotensi Jadi Tersangka

Komang mengakui bahwa proses penanganan kasus itu sedikit lambat. Hal itu disebabkan oleh korban yang masih pelajar. Sehingga polisi harus menentukan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan supaya tidak mengganggu terhadap proses belajar korban.

"Karena korban anak ini adalah siswi sekolah, kami terkendala waktu saat jam pelajaran. Karena kami tidak boleh mengganggu haknya untuk mendapatkan hak untuk sekolah dan menuntut ilmu," katanya.

"Kami harus menentukan waktu di mana saksi dan korban ini memiliki waktu khusus untuk pemeriksaan," jelasnya.

Saat ini polisi sudah mendapatkan barang bukti berupa keterangan saksi, hasil visum terhadap korban dan petunjuk di lapangan. Polisi tinggal melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka terhadap IS.

IS sudah diperiksa dan mengakui perbuatannya. IS melakukan perbuatan cabul itu saat jam olahraga berakhir ketika korban berganti pakaian.

"Modus operandinya memang pada saat jam olahraga menjelang selesai proses ganti baju para siswi ini, kemudian yang bersangkutan memang ada dugaan melakukan pencabulan kepada para siswi," kata Komang.

Baca juga: Guru Olahraga Diduga Cabuli Siswanya, Wali Murid Resah

Dugaan pencabulan itu mencuat setelah sebagian siswi dengan didampingi orangtuanya melapor ke Mapolres Malang Kota pada Sabtu (9/2/2019) awal bulan lalu.

Siswi itu melapor karena telah menjadi korban pencabulan oleh IS yang tidak lain adalah gurunya. Sebelum dilaporkan ke ranah hukum, dugaan pencabulan itu sudah menjadi perbincangan di kalangan orang tua siswi SDN Kauman 3 Kota Malang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X