Pedagang IT ke Risma: Pantaskah Kita Diusir Begitu Saja?

Kompas.com - 26/02/2019, 12:12 WIB
Ratusan orang mengatasnamakan Paguyuban Pedagang IT dan UMKM Hi-Tech Mall Surabaya, menggelar aksi di Balai Kota menolak rencana pengosongan stand pedagang Hi-Tech Mall, Selasa (26/2/2019). KOMPAS.com/GHINAN SALMANRatusan orang mengatasnamakan Paguyuban Pedagang IT dan UMKM Hi-Tech Mall Surabaya, menggelar aksi di Balai Kota menolak rencana pengosongan stand pedagang Hi-Tech Mall, Selasa (26/2/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Ratusan orang mengatasnamakan diri Paguyuban Pedagang IT dan UMKM Hi-Tech Mall Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kota Surabaya di Jalan Wali Kota Mustajab, Selasa (26/2/2019).

Mereka menuntut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menarik rencana pengosongan lapak tempat mereka berjualan selama ini. Aksi ini dilakukan untuk ketiga kalinya.

Dalam aksinya, para pemilik toko dan stan di Hi-Tech Mall Surabaya itu juga membentangkan spanduk bertuliskan "Ibu Risma, apa salah pedagang kok sampai ada rencana pengosongan Hi-Tech Mall di bulan Maret". 

Selain itu, para demonstran turut membawa alat musik dan menyanyikan lagu-lagu perlawanan. Selain itu, para demonstran juga menyanyikan yel-yel seperti, "Bu Risma siapa yang punya, Bu Risma siapa yang punya, yang punya kita semua".

Baca juga: Pedagang Hi Tech Mall Surabaya Janjikan 3.000 Suara untuk Puti Soekarno jika...

Koordinator Paguyuban Pedagang IT dan UMKM Hi-Tech Mall Surabaya, Sugianto, dalam orasinya mendesak agar Risma menemui para pendemo dan menjelaskan rencana pengosongan lahan pedagang.

"Kita tidak ada kata pulang sebelum Ibu Risma menemui kita. Ibu Risma, kami menunggumu," kata Sugianto.

Beredar informasi bahwa pada awal Maret 2019, Pemkot Surabaya berencana mengosongkan semua stan di Hi-Tech Mall.

Dengan demikian, para pedagang itu tidak bisa lagi menempati lapak-lapak tempat mereka berjualan selama ini.

"Nyawa kita kurang dua hari lagi. Urusan kita urusan perut, bukan urusan siapa-siapa," ujar dia.

Bahkan, Sugianto dengan tegas mengatakan tetap akan menunggu dan masuk ke balai kota untuk menemui Risma. Sebab, pada awal Maret, mereka terancam tidak bisa berjualan kembali.

"Pantaskah kita diusir begitu saja? Kita tidak menuntut gratis. Kita tetap mau bayar sewa. Yakinkah akan dikosongkan begitu saja?" katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Regional
4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

Regional
Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X