Di Persidangan, Jaksa KPK Beberkan Modus Praktik Korupsi Wali Kota Pasuruan

Kompas.com - 25/02/2019, 22:59 WIB
Terdakwa Wali Kota Pasuruan usai sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALTerdakwa Wali Kota Pasuruan usai sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Tim jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengungkap modus praktik korupsi yang dilakukan Wali Kota Pasuruan non aktif Setiyono dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (25/2/2019).

Modus praktik korupsi itu dijelaskan jaksa dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa Ferdian Adi Nugroho di hadapan majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan.

"Terdakwa telah menerima suap dan mengatur proyek-proyek yang ada di lingkungan Pemkot Pasuruan," kata jaksa Ferdian.


Sebagai kepala daerah di Kota Pasuruan, Setiyono kerap mengatur proyek-proyek yang ada di lingkungan Pemkot Pasuruan dengan timbal balik sukses fee dari para rekanan yang mendapatkan proyek.

Baca juga: KPK Pindahkan Penahanan Wali Kota Pasuruan ke Jatim

Setiyono kerap mengumpulkan kepala dinas untuk melakukan ploting proyek pekerjaan. Dari situ, selain rapat ploting juga ditetapkan siapa rekanan yang akan menjadi pemenang proyeknya.

"Biasanya pemenang dari tim sukses, hingga LSM juga mendapatkan jatah proyek," terangnya.

Terdakwa disebutnya juga menarget fee dari nilai proyek sebesar 5 hingga 10 persen. Selama 3 tahun menjadi Wali Kota Pasuruan sejak 2016 hingga 2018, jaksa KPK mencatat Setiyono telah memperoleh lebih dari Rp 2,9 miliar.

Ferdian mencontohkan, Setiyono diduga menerima hadiah 10 persen dari proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Kota Pasuruan yang bersumber dari APBD 2018.

Terdakwa juga pernah menerima fee 5 persen dari proyek pembangunan gedung atau jalan diatas tanah, dan 75 persen dari proyek saluran air atau plengsengan sungai.

Atas kasus ini, Setiyono pun dijerat dengan pasal 12 huruf jo pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU NO 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Setiyono ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan menerima fee proyek bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Kota Pasuruan, sebesar Rp 115 juta.

Dalam kasus tersebut, selain menetapkan Setiyono sebagai tersangka, KPK juga menetapkan seorang kontraktor bernama Muhammad Baqir, serta pelaksana harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo, dan staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Tri Hardianto. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X