Kebakaran Lahan Tak Kunjung Padam, Warga di Rupat Berharap Turun Hujan

Kompas.com - 25/02/2019, 17:24 WIB
Kondisi kabut asap karhutla yang sangat tebal terlihat di ruas jalan di wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (25/2/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGKondisi kabut asap karhutla yang sangat tebal terlihat di ruas jalan di wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (25/2/2019).


PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, tak kunjung padam. Masyarakat setempat berharap turun hujan.

Warga mengungkapkan, musim panas melanda Kecamatan Rupat sudah hampir dua bulan.

"Kalau panas sejak awal Januari 2019. Jadi, gambut-gambut yang ada di sini mengering dan mudah terbakar. Apalagi, di sini hampir seluruhnya tanah gambut," kata Sugiyanto (58), salah satu warga Kelurahan Terkul, saat berbincang dengan Kompas.com, Senin (25/2/2019).

Dia mengatakan, karhutla di Kecamatan Rupat sudah berlangsung hingga satu bulan. Hingga kini, belum dapat dipadamkan.

Baca juga: Warga Bantu Padamkan Api Kebakaran Lahan Gambut di Bengkalis

"Sekarang sudah sangat luas terbakar. Karet dan sawit habis terbakar. Kalau sekarang sudah sulit dipadamkan," ujar dia.

Untuk itu, Sugiyanto berharap turun hujan dengan intensitas tinggi, supaya api segera padam.

"Kami setiap hari berdoa minta hujan. Karena di kampung kami kabut asap sudah parah. Banyak dampaknya, batuk, filek, sesak nafas. Sangat bahaya bagi kesehatan," ucap dia.

Warga lainnya, Budiman (48), juga mengharapkan hal yang sama. Upaya pemadaman dengan tenaga manusia, menurut dia, kecil kemungkinan bisa dilakukan.

"Sekarang banyak sekali petugas yang berupaya mematikan api. Kami sangat berterima kasih. Masyarakat juga ikut bantu. Tapi, kita sama tahu bahwa kebakaran gambut saat ini sangat parah dan luas. Jadi, harapan kami cepat turun hujan," ungkap Budiman.

Dari pantauan langsung Kompas.com di lokasi, kebakaran lahan gambut sangat sulit diatasi. Sebab, api ada di dalam gambut yang dalamnya satu hingga tiga meter.

Baca juga: TNI Kirim Ratusan Prajurit Bantu Atasi Kebakaran Hutan di Pekanbaru

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Dokter Forensik, Warga Akhirnya Mau Terima Pemakaman Pasien Corona

Bertemu Dokter Forensik, Warga Akhirnya Mau Terima Pemakaman Pasien Corona

Regional
Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X