Prabowo: Saat Berhenti dari Dinas Tentara, Kami Lihat Kok Rakyat Masih Susah

Kompas.com - 25/02/2019, 08:40 WIB
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (tengah) saat berkunjung ke Ponpes Sunan Drajat, Minggu (24/2/2019) sore. KOMPAS.com / HAMZAHCalon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (tengah) saat berkunjung ke Ponpes Sunan Drajat, Minggu (24/2/2019) sore.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat di Dusun Banjar Anyar, Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Lamongan, Minggu (24/2/2019) sore, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, sempat mengutarakan salah satu alasan dirinya maju ke Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Waktu muda saya masuk tentara, saya teken mati untuk membela negara ini. Kami umur 18 tahun, tidak tahu berapa sisa hidup kami, dikirim ke daerah perang di mana-mana ikhlas, siap mati demi republik ini," ujar Prabowo di hadapan ribuan kader Partai Gerindra, simpatisan, serta santri dan santriwati di lapangan Ponpes Sunan Drajat, Minggu (24/2/2019) sore.

"Pada saat berhenti dari dinas tentara, kami lihat kok rakyat masih susah, kok rakyat saya ada yang belum makan, kok pemuda susah dapat pekerjaan, kok kekayaan kita mengalir ke luar negeri, kok tidak ada yang tinggal di Indonesia, kok pemerintah kita di mana-mana banyak korupsinya, dan kalau kita bilang banyak korupsi ada yang marah," lanjutnya.

Baca juga: Pendukung Jokowi di Jombang Sambut Kedatangan Prabowo


Melihat banyaknya massa yang hadir di lapangan Ponpes Sunan Drajat, Prabowo semakin optimistis akan menang pada Pilpres 2019. Namun ia sempat mengatakan bahwa kunjungan dirinya ke Ponpes Sunan Drajat tidak termasuk dalam agenda kampanye di Jawa Timur dan merupakan silaturahim biasa dengan pimpinan ponpes.

"Jadi saudara-saudara sekalian, saya sampaikan banyak terima kasih. Saya merasakan hari ini tambahan kekuatan, saya merasa semangat yang tambah. Saya melihat muka-muka kalian penuh harapan, membuat saya tambah semangat. Saya tambah energi, saya tambah yakin bahwa saya tidak boleh berhenti, saya tidak boleh istirahat, saya tidak boleh capek, sampai rakyat saya sejahtera," ucap dia.

Baca juga: Ketika Prabowo Menolak Disebut Kaya Raya...

Ia pun kemudian menyebut bahwa Indonesia merupakan negara kaya raya dan memiliki sejumlah kekayaan alam yang bisa diolah untuk menyejahterakan rakyat. Prabowo pun siap menjadikan Indonesia lebih baik jika nanti terpilih menjadi presiden.

"Kami bertekad akan membereskan yang belum beres, untuk meluruskan yang belum lurus, dan yang terutama untuk mengembalikan kekayaan bangsa ini kembali ke rakyat Indonesia," kata dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Regional
Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Warga Diboikot, Tak Ada yang Datang

Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Warga Diboikot, Tak Ada yang Datang

Regional
Rais Aam PBNU: Hormati dan Taati Pemimpin yang Terpilih Secara Demokratis

Rais Aam PBNU: Hormati dan Taati Pemimpin yang Terpilih Secara Demokratis

Regional
Pastoran Gereja Santo Yosep Purwokerto Terbakar

Pastoran Gereja Santo Yosep Purwokerto Terbakar

Regional
Bentangkan Merah Putih, Bupati Ngawi dan Ratusan Kades Dukung Pelantikan Presiden

Bentangkan Merah Putih, Bupati Ngawi dan Ratusan Kades Dukung Pelantikan Presiden

Regional
Pelaku Penikaman Buruh Bangunan di Wamena Ditangkap Saat Sedang Tidur

Pelaku Penikaman Buruh Bangunan di Wamena Ditangkap Saat Sedang Tidur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X