KILAS DAERAH
Kilas Daerah Semarang

Tiga Pesan Penting Wali Kota Hendi Kepada Jamaah Haji Semarang

Kompas.com - 24/02/2019, 21:57 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Keberangkatan Haji Kota SemarangTahun 2019 di Balai Kota Semarang, Minggu (24/2/2019). Dok. Humas Pemerintah Kota SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Keberangkatan Haji Kota SemarangTahun 2019 di Balai Kota Semarang, Minggu (24/2/2019).


KOMPAS.com
- Jaga fisik, jaga doa, dan jaga hati. Demikian tiga pesan  yang disampaikan Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam sambutannya pada kegiatan sosialisasi keberangkatan calon jamaah haji Kota Semarang Tahun 2019 di Halaman Balai Kota Semarang, Minggu (24/2/2019).

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut menceritakan jika dalam ibadah haji akan banyak aktivitas fisik yang bakal dilakukan oleh para jamaah haji.

Untuk itu, dirinya berpesan kepada calon jamaah haji agar dapat menjaga ketahanan fisiknya.

"Haji merupakan ibadah wajib, yang kemudian karena antusias saking semangatnya sehingga lupa mengonsumsi suplemen dan vitamin. Padahal, di sana dituntut fisik yang kuat karena ada berbagai aktivitas seperti Thawaf, Sa’i, dan rukun haji yang lain,” terang Hendi dalam keterangan tertulisnya.

Selain menjaga fisik yang merupakan ikhtiar, Wali Kota Semarang yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan itu pun berpesan kepada para calon jamaah haji untuk dapat menjaga doa dan menjaga hati.

Adapun makna dari pesannya tersebut adalah agar para jamaah haji dapat senantiasa berdoa memohon kemudahan dan kelancaran, serta yang utama berdoa agar menjadi haji yang mabrur.

"Hari-hari ini panjenengan senantiasa berdoa agar dimudahkan dalam perjalanan hajinya, diberikan kesehatan, diberikan kelancaran, dan Insya Allah menjadi haji yang mabrur. Seperti tema hari ini, mabrur sepanjang hayat, bukan haji tomat, mangkat tobat balik kumat,” lanjut Hendi yang diamini para calon jamaah haji.

Sebagai informasi, pada 2019 tercatat sebanyak1.887 calon jamaah haji yang berasal dari kota Semarang.

Kegiatan Sosialisasi Keberangkatan Calon Jamaah Haji Kota Semarang Tahun 2019 yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Semarang ini pun bertujuan untuk memberi informasi seputar kepastian keberangkatan ke tanah suci.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Semarang, Ali mengamini hal itu.

"Sosialisasi ini untuk  memberikan info lebih awal perihal keberangkatan jamaah haji Kota Semarang 2019 dan agar calon haji bisa mempersiapkan fisik, mental maupun finansial lebih awal,” ungkapnya.

Selain Wali Kota Hendi, acara tersebut turut menghadirkan beberapa narasumber seperti Kanwil Kementerian Agama Propinsi Jateng, Kepala kantor kemenag kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan IPHI atau Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kota Semarang.

Dalam kesempatan itu juga Hendi tidak lupa menitip doa kepada para calon jamaah haji untuk mendoakan Kota Semarang dalam menghadapi tahun 2019.

Pasalnya, pada 2019 Kota Semarang sempat beberapa kali diganggu oleh berbagai aksi yang menimbulkan kegaduhan dan memberi kesan tidak kondusif.

Aksi tersebut salah satunya adalah teror pembakaran kendaraan yang hingga saat ini tercatat ada 16 titik pembakaran kendaraan.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya