Warga Bantu Padamkan Api Kebakaran Lahan Gambut di Bengkalis

Kompas.com - 24/02/2019, 18:09 WIB
Seorang warga dan prajurit TNI sedang mematikan api karhutla menggunakan pompa penyemprot racun rumput di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (24/2/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGSeorang warga dan prajurit TNI sedang mematikan api karhutla menggunakan pompa penyemprot racun rumput di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (24/2/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Warga ikut membantu tim satuan tugas (Satgas) kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) untuk memadamkan api di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (24/2/2019).

Hingga kini, kebakaran terus meluas di perkebunan karet milik warga. Sehingga, tim Satgas Karhutla dan masyarakat bahu membahu untuk memadamkan api.

Pemadaman api di lahan gambut menggunakan sejumlah mesin pompa air. Selain itu, ada pula warga yang menggunakan pompa penyemprot racun rumput berukuran kecil.

Seperti yang dilihat Kompas.com, Minggu, sejumlah prajurit TNI AD dan warga mematikan api di kebun karet di Jalan Kampung Baru, Kecamatan Terkul.

Baca juga: Minggu Pagi, Kabut Asap di Bengkalis Tebal, Jarak Pandang 200 Meter

Lantaran mesin pompa air masih terbatas, prajurit TNI juga sempat meminjam pompa penyemprot racun rumput milik warga.

Gimun (43) salah satu warga Kelurahan Terkul pemilik kebun karet yang ikut terbakar akibat karhutla menggunakan pompa penyemprot racun rumput. Dia mengaku sudah empat hektar kebun karetnya terbakar.

"Kebun karet saya sekitar empat hektar terbakar. Lokasi di dua tempat. Yang lokasi pertama sudah habis terbakar, tapi belum produktif (menghasilkan). Tapi yang terbakar sekarang ini sudah. Umurnya sekitar 25 tahun," ungkap Gimun saat diwawancarai Kompas.com, Minggu.

Sebelum semuanya habis terbakar, dia ikut langsung membantu tim satgas memadamkan api.

Baca juga: Panglima TNI Akui Sulit Matikan Api Kebakaran Lahan di Bengkalis

"Kalau sekarang warga matikan api di kebunnya masing-masing bergabung dengan petugas. Karena kebakaran sudah meluas. Ada juga warga yang sudah pasrah kebunnya terbakar. Kalau yang dikebun saya yang sekarang terbakar sejak semalam. Jadi sebelum semuanya terbakar, saya turut ikut memadam api sama petugas," kata Gimun.

Dia mengaku sudah sekitar dua pekan berjibaku memadamkan api bersama tim gabungan dari TNI, Manggala Agni, kepolisian, BPBD.

"Hampir setiap hari kami ikut padamkan api," kata Gimun.

Sebagaimana diketahui, kebakaran lahan gambut di Kecamatan Rupat belum bisa diatasi. Titik api tersebar di Kelurahan Terkul, Kelurahan Pergam, Desa Sri Tanjung, Desa Teluk Lecah dan Desa Kebumen. Luas lahan yang terbakar hampir seribu hektar.

Sementara dampak dari karhutla, wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini, diselimuti kabut asap tebal.

Baca juga: Tinjau Karhutla di Bengkalis, Panglima TNI Sebut Petugas Kekurangan Alat Pemadam

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Ditentukan, 6 Warga Diminta Antar Suplai Bahan Makanan untuk KKB ke Sebuah Jembatan

Lokasi Ditentukan, 6 Warga Diminta Antar Suplai Bahan Makanan untuk KKB ke Sebuah Jembatan

Regional
Pulang dari Nunukan Naik KM Lambelu, Warga Buton Pilih Isolasi Diri di Kebun

Pulang dari Nunukan Naik KM Lambelu, Warga Buton Pilih Isolasi Diri di Kebun

Regional
Seorang Pasien Positif Corona Meninggal Saat Sedang Hamil 8 Bulan

Seorang Pasien Positif Corona Meninggal Saat Sedang Hamil 8 Bulan

Regional
Kisah Rangga, Mahasiswa S2 Filsafat UGM Seminar Tesis Online, Bergantung Koneksi Internet

Kisah Rangga, Mahasiswa S2 Filsafat UGM Seminar Tesis Online, Bergantung Koneksi Internet

Regional
Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Regional
Video Saat Dipukul Nenek Jadi Viral, Kepala Desa Lapor ke Polisi karena Merasa Malu

Video Saat Dipukul Nenek Jadi Viral, Kepala Desa Lapor ke Polisi karena Merasa Malu

Regional
Awal Mula Penangkapan 6 Orang Penyuplai Bahan Makanan dan Amunisi untuk KKB

Awal Mula Penangkapan 6 Orang Penyuplai Bahan Makanan dan Amunisi untuk KKB

Regional
Pasien Positif Corona di Bangka Belitung Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Bangka Belitung Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Fakta Viral Tenaga Medis Shalat Pakai APD di Ruang Isolasi Pasien Corona

Fakta Viral Tenaga Medis Shalat Pakai APD di Ruang Isolasi Pasien Corona

Regional
Jerit Peternak Ayam di Berbagai Daerah di Tengah Wabah Corona, Harga Anjok hingga Terpaksa Musnahkan Anak Ayam

Jerit Peternak Ayam di Berbagai Daerah di Tengah Wabah Corona, Harga Anjok hingga Terpaksa Musnahkan Anak Ayam

Regional
Duduk Perkara Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk dan Hampir Tabrak Tentara Berpangkat Kolonel

Duduk Perkara Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk dan Hampir Tabrak Tentara Berpangkat Kolonel

Regional
Fakta Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk Sambil Berkendara, Diamankan Aparat TNI dan Minta Maaf

Fakta Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk Sambil Berkendara, Diamankan Aparat TNI dan Minta Maaf

Regional
Pasien 03 Positif Corona asal Kediri, Bekerja di Jakarta dan 2 Minggu Sekali Pulang Kampung

Pasien 03 Positif Corona asal Kediri, Bekerja di Jakarta dan 2 Minggu Sekali Pulang Kampung

Regional
Pengalaman Pasien Positif Corona yang Sembuh, Kaget Hasil Tes Berbeda dan Tak Merasakan Gejala

Pengalaman Pasien Positif Corona yang Sembuh, Kaget Hasil Tes Berbeda dan Tak Merasakan Gejala

Regional
Panik di Atas KM Lambelu...

Panik di Atas KM Lambelu...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X