Diiming-Imingi Uang Rp 1 Juta, Dua Pelaku Bakar Motor Warga Temanggung

Kompas.com - 23/02/2019, 20:03 WIB
Dua tersangka pembakaran sepeda motor ditangkap aparat Polres Temanggung, Sabtu (23/2/2019).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Dua tersangka pembakaran sepeda motor ditangkap aparat Polres Temanggung, Sabtu (23/2/2019).

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Pihak kepolisian menangkap dua pelaku pembakaran dua unit sepeda motor milik Sungkono (54), warga Kalisalam, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (22/2/2019).

Pelaku berinisial BW (38) dan ES (31), warga Desa Ketitang membakar motor Sungkono pada Senin (18/2/2019).

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi mengatakan, kedua pelaku mengaku sengaja membakar motor milik Sungkono karena diperintahkan oleh seseorang dengan sejumlah imbalan.

"Hasil pengakuan mereka, mereka melakukan pembakaran karena disuruh seseorang demi imbalan uang Rp 1 juta," ujar Dwi saat pengungkapan kasus di Mapolres Temanggung, Sabtu (23/2/2019).

Baca juga: 5 Fakta Pembakaran Mobil Caleg PDI-P Sleman, Dibakar Dini Hari hingga Disiram Bensin

Dwi mengatakan, tersangka BW berperan sebagai eksekutor dengan cara menyiram bensin sebelum kemudian menyulut korek api gas. Sedangkan tersangka ES, turut membantu BW dan bersama-sama membeli bensin.

“Setelah membeli bensin, kedua tersangka pulang menuju rumahnya masing-masing. Sedangkan botol yang telah terisi bensin di simpan oleh BW. Terus, pada Senin pukul 01.45 WIB, BW keluar rumah untuk membakar sepeda motor milik korban,” katanya.

Saat beraksi, tersangka mengendarai sepeda motor matic. Sekitar 300 meter sebelum lokasi ia menuntun sepeda motornya sampai di depan teras rumah korban.

Tersangka kemudian menuangkan bensin ke arah salah satu sepeda motor korban yang terparkir di teras.

Baca juga: Kodam Dipenogoro Bantu Pengungkapan Pembakaran Kendaraan di Jateng

"Begitu dituang tersangka langsung menyulut korek api dan segera kabur. Sepeda motor sasarannya juga langsung terbakar," ujar Dwi.

Sejauh ini polisi masih melakukan pengembangan dan penyidikan terkait motif para tersangka. Dwi juga belum dapat memastikan aksi tersebut terkait dengan aksi pembakaran kendaraan yang terjadi di Semarang, Kendal dan Grobogan beberapa waktu lalu.

“Ini yang baru kami kembangkan. Kami akan maksimalkan penanganan perkara ini, akan kami kembangkan kemungkinan ada tersangka lain, bahkan sampai ke aktor intelektualnya nanti,” ujar Dwi.

Untuk sementara, tersangka BW disangkakan Pasal 187 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun. Sedangkan untuk tersangka ES selain disangkakan Pasal 187 KUHP, juga Pasal 55, 56 KUHP.

“Sesuai yang disampaikan tersangka tujuan membakar itu adalah untuk membuat resah, mengerjai korban,” ujarnya.

Tersangka BW mengaku melakukan aksi pembakaran karena disuruh oleh seseorang berinisial R dengan imbalan Rp 1 juta. Tujuannya untuk memberi "pelajaran" karena R tersinggung dengan ucapan korban.

“Saya melakukan ini karena disuruh orang, R, yang katanya mau ngasih pelajaran kepada Sungkono karena suka melontarkan kata-kata tidak baik, omongannya suka menyinggung perasaan R,” ujarnya.

BW menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Temanggung, khususnya warga Dusun Kalisalam, Desa Ketitang, karena telah mengakibatkan keresahan.

“Saya minta maaf untuk seluruh warga Temanggung, khususnya Dusun Kalisalam, Desa Ketitang, dengan ini saya mengucapkan minta maaf sebesar-besarnya karena telah membuat resah warga Temanggung,” ujar BW.



Terkini Lainnya

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional
Siswa SD Tendang Gurunya hingga Tangan Korban Patah, Pemkot Surabaya Turun Tangan

Siswa SD Tendang Gurunya hingga Tangan Korban Patah, Pemkot Surabaya Turun Tangan

Regional

Close Ads X