Desa Bengkala di Bali, Tempat Ternyaman bagi Mereka yang Tuli..

Kompas.com - 23/02/2019, 13:45 WIB
Kata Kolok BBCKata Kolok

Enget sangat menghargai kaum Kolok, mereka pun membantu perjuangan-perjuangan para Kolok untuk bertahan hidup dan menjalin hidup normal sebagaimana masyarakat normal pada umumnya.

Sebagian besar masyarakat tuli di Bengkala bekerja sebagai petani atau pekerja biasa, seperti wanita yang banyak menenun pakaian tradisional. Sebagian yang lain dipekerjakan untuk menjalankan tugas-tugas keamanan atau petugas permakaman.

Baca juga: Jelang Hari Tuli Sedunia: Penyandang Tunarungu Perlu Edukasi Kesehatan

Intinya, tidak sulit bagi Kolok untuk mendapatkan pekerjaan di desanya sendiri, meskipun pendapatannya tidak seberapa.

Juru bicara Aliansi Tuli Bengkala, I Ketut Kanta menyebut upah yang diberikan bagi Kolok dan Enget tidak dibeda-bedakan, yakni sekitar Rp 50.000.

Ia juga berpendapat, Bengkala menjadi tempat terbaik untuk hidup dan berkembang bagi mereka yang tuli. Selain banyak teman senasib dan masyarakat normal yang mau mempelajari bahasa isyarat, orang tuli juga bisa mendapatkan pekerjaan di desa itu.

Berbeda dari bahasa isyarat lain

Wisnu, salah satu masyarakat Bengkala yang juga memiliki saudara tuli menyebutkan Kata Kolok berbeda dengan bahasa isyarat lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini dibenarkan oleh ahli bahasa yang pernah melakukan penelitian di sana, Hannah Lutzenberger, ia mengakui Kata Kolok berbeda dengan bahasa isyarat lain. Hanya sedikit yang mempunyai kesamaan makna.

Jadi, meskipun mereka hidup dengan relatif mudah di desanya, namun kesulitan akan ditemui ketika pergi dan berjumpa dengan kaum tuli yang berasal dari luar Bengkala.

Mereka akan kesulitan menjalin komunikasi, walau sama-sama menggunakan bahasa isyarat. Itu dikarenakan Kata Kolok yang digunakan masyarakat Bengkala berbeda dengan bahasa isyarat yang digunakan pada umumnya.

Isyarat sederhana

Bahasa Kolok cenderung mudah dipahami oleh orang baru sekalipun, karena menggunakan isyarat-isyarat sederhana.

Misalnya, "laki-laki" diisyaratkan dengan jari telunjuk yang kaku, "ayah" dengan melengkungkan telunjuk di atas bibir menyerupai kumis, "haus" dengan membelai leher, dan sebagainya.

Sama halnya dengan bahasa verbal yang mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, Kata Kolok juga berkembang seiring perjalanan waktu.

Perkembangan itu dipahami, diterima, dan digunakan ole masyarakat dalam komunikasi sehari-hari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X