Ratusan Anak di Bawah Umur Terlibat Kecelakaan Setiap Tahun

Kompas.com - 22/02/2019, 17:25 WIB
Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko Menyebutkan Ratusan Pelajar Setiap Tahun Terlibat Kecelakaan KOMPAS.com/MARKUS YUWONOKasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko Menyebutkan Ratusan Pelajar Setiap Tahun Terlibat Kecelakaan


YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Tingginya kasus kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, cukup tinggi. Tahun lalu, ada ratusan pelajar yang menjadi pelaku kecelakaan.

"Angka kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur cukup tinggi ya di sini," kata Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko kepada wartawan di Mapolres Gunungkidul, Jumat (22/2/2019).

Berdasarkan data dari Unit Lakalantas Polres Gunungkidul, selama 2018 ada ratusan anak rentang usia 0-9-15 tahun terlibat lakalantas. Adapun jumlahnya mencapai 127 kasus, dengan seorang meninggal dunia. Jika dilihat dari kronologi, sebagian besar kecelakaan ada unsur kelalaian manusia (human error).

"Sebenarnya sudah dilakukan upaya untuk meminimalisir kecelakaan dengan melakukan sosialisasi ke sekolah," ucapnya.

Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas Bisa Bikin Jatuh Miskin

"Dengan kondisi geografis seperti ini. Jarak antara sekolah dan rumah yang cukup jauh kadang kita dilematis,"ujarnya.

Secara aturan, anak di bawah umur tidak boleh berkendara. Namun demikian, dalam penegakan aturan juga mempertimbangkan banyak aspek. Apalagi, di Gunungkidul minim angkutan kota dan pedesaan.

Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perhubungan terkait dengan sarana angkutan massal.

"Angkutan umum di Gunungkidul jumlahnya terbatas. Jika sudah demikian, peran orang tua menjadi sangat vital,"katanya.

"Kami juga akan menggelar sosialisasi dengan jumlah masa yang besar terutama kalangan milenial Millennial Road Safety Festival pada 3 Maret mendatang di titik 0 kilometer,"ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul Syarief Armunanto mengatakan, fenomena anak-anak menggunakan sepeda motor ke sekolah memang harus disikapi secara bijak.

Penggunaan kendaraan oleh anak di bawah umur juga harus ditindak lanjuti, karena sangat berbahaya.

"Kami masih memiliki satu armada, nanti bisa digunakan untuk angkutan massal. Untuk rutenya, nanti kami bahas terlebih dahulu," katanya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beruang Madu Hendak Seberangi Jalan Raya, Ini Dugaan Penyebabnya

Beruang Madu Hendak Seberangi Jalan Raya, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Video Sesama Polisi Diduga Ribut Saat Demo di Jambi, Ini Penjelasan Polda

Video Sesama Polisi Diduga Ribut Saat Demo di Jambi, Ini Penjelasan Polda

Regional
Menyoal Penggunaan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan, Pemilik Sebut untuk Kenangan Menikah Saat Pandemi

Menyoal Penggunaan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan, Pemilik Sebut untuk Kenangan Menikah Saat Pandemi

Regional
Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Regional
7 Penyusup Demo Mahasiswa di Banjarmasin Dipulangkan Setelah Dijemput Orangtuanya

7 Penyusup Demo Mahasiswa di Banjarmasin Dipulangkan Setelah Dijemput Orangtuanya

Regional
Mahasiswa yang Nyanyikan Lagu Menyinggung Polisi Saat Demo Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Mahasiswa yang Nyanyikan Lagu Menyinggung Polisi Saat Demo Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
Viral, Video Beruang Madu Hendak Menyeberang Jalan Raya Kelok 44 Agam

Viral, Video Beruang Madu Hendak Menyeberang Jalan Raya Kelok 44 Agam

Regional
Kesaksian Mahasiswa soal Suasana Mencekam Saat Demo di Jambi

Kesaksian Mahasiswa soal Suasana Mencekam Saat Demo di Jambi

Regional
Libur Panjang, Pemudik Masuk Salatiga Wajib Bawa Surat Rapid Test

Libur Panjang, Pemudik Masuk Salatiga Wajib Bawa Surat Rapid Test

Regional
Libur Panjang, Pengelola Obyek Wisata di Bali Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Libur Panjang, Pengelola Obyek Wisata di Bali Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Detik-detik Seorang Pria Tewas Terbentur Gulungan Benang Layangan Milik Bocah SD

Detik-detik Seorang Pria Tewas Terbentur Gulungan Benang Layangan Milik Bocah SD

Regional
Alasan Perlunya Belanja Online Saat Pandemi

Alasan Perlunya Belanja Online Saat Pandemi

Regional
8 ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

8 ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

Regional
Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Regional
Fakta Adik Mantan Wali Kota Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag untuk Penelitian Pupuk Organik dan Konsumsi Pribadi

Fakta Adik Mantan Wali Kota Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag untuk Penelitian Pupuk Organik dan Konsumsi Pribadi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X