Atlet Binaraga Ini Bangga Perankan Sosok Gus Dur di Acara Haul

Kompas.com - 22/02/2019, 16:08 WIB
Tokoh Gus Dur yang diperankan oleh Marwoto bersama tokoh lintas agama dalam aksinya di depan Balai Kota Surakarta Jalan Jenderal Sudirman Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/2/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANITokoh Gus Dur yang diperankan oleh Marwoto bersama tokoh lintas agama dalam aksinya di depan Balai Kota Surakarta Jalan Jenderal Sudirman Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/2/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Atle binaraga, Marwoto, merasa bangga memerankan tokoh pluralisme yang juga mantan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid ( Gus Dur) pada rangkaian acara haul ke-9 Gus Dur.

Marwoto yang memakai topeng wajah Gus Dur berjalan kaki menuju depan Balai Kota Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/2/2019).

Ïa terlihat mengenakan sarung dan sandal digandeng pria lain yang memerankan tokoh lintas agama. Ada dari Hindu, Budha, Kristen, Katolik, Konghucu dan Islam.

Mereka berjalan berdampingan sambil membawa dua poster. Poster itu bertulis "Indonesia Umat Cinta Damai" dan "Memperingati Haul Bapak Pluralisme Dunia Gus Dur".

Pemeran Gus Dur dan para tokoh lintas agama itu berjalan dari Pasar Gede menuju depan Balai Kota Surakarta berjarak sekitar 500 meter. Marwoto tampak melambaikan tangan kepada warga yang melintasi kawasan Pasar Gede.

Baca juga: Mengenal Upiah Karanji, Dikenakan Gus Dur hingga Sandiaga Uno

Marwoto menilai, Gus Dur merupakan sosok pemimpin dan ulama yang menjunjung tinggi toleransi.

"Saya bangga bisa memerankan tokoh Gus Dur. Beliau merupakan tokoh agama yang pluralis dan cintai damai," ucap Marwoto seusai aksi "Memperingati Hual Tokoh Pluralisme Dunia, Gus Dur" di depan Balai Kota Surakarta Jalan Jenderal Sudirman Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Kopral Kepala Cpm (Purn) Partika Subagyo Lelono sebagai penggagas aksi menyampaikan, aksi tersebut untuk memeriahkan peringatan haul ke-9 Abdurrahman Wahid yang diselenggarakan pada Sabtu (23/2/2019) malam.

"Beliau ini bukan hanya tokoh nasional, beliau tokoh dunia. Makanya pesan kami adalah perdamaian dan kerukunan umat," jelas Bagyo.

Baca juga: Cerita Megawati Masak Nasi Goreng untuk Gus Dur dan Prabowo...

Keterlibatan tokoh lintas agama di Kota Solo untuk bersama-sama ikut aksi tersebut sebagai simbol kerukunan antar-umat beragama.

"Ini melambangkan kerukunan umat. Ciptakan Indonesia damai jangan berselisih paham hanya karena Pilpres," tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X