Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Kompas.com - 22/02/2019, 08:19 WIB
Ketua Suluh Kebangsaan, Mahfud MD, saat memberi sambutan di acara Dialog Kebangsaan, kerja sama antara PT KAI dan Gerakan Suluh Kebangsaan, di Stasiun Gubeng, Surabaya, Kamis (21/2/2019). Dok. PT KAI Daop 8 SurabayaKetua Suluh Kebangsaan, Mahfud MD, saat memberi sambutan di acara Dialog Kebangsaan, kerja sama antara PT KAI dan Gerakan Suluh Kebangsaan, di Stasiun Gubeng, Surabaya, Kamis (21/2/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Fenomena terbelahnya masyarakat antara kubu pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin, dan kubu pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, bisa membahayakan demokrasi di Indonesia.

Berita hoaks yang terus diproduksi oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba rakyat juga bisa menggerus partisipasi publik pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Sebagian masyarakat yang jengah dengan pertikaian kedua kubu, tak jarang membuat keputusan untuk tidak memilih alias golput pada pemilu nanti.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, menyebut, gerakan golput yang didengungkan sebagian kelompok itu harus dihindari. Menurut dia, golput tidak akan menghasilkan kebaikan. Ia mendorong agar masyarakat tetap menggunakan hak pilihnya.

Baca juga: Mahfud MD: Sudah Ada Gejala yang Coba Mengoyak Ikatan Kebangsaan Kita

"Hindari golput karena golput itu akan merugikan kebaikan," ucap Mahfud MD, saat ditemui di acara 'Dialog Kebangsaan: Meneladani Patriotisme Arek Suroboyo Bagi Indonesia Emas 2045' di Stasiun Gubeng, Surabaya, Kamis (21/2/2019).

"Begini, golput itu biasanya dilakukan aktivis karena calon-calon yang dihadirkan (dianggap) tidak baik. Lalu bilang, 'saya golput saja.' Nah itu rugi," kata Mahfud.

Ketua Suluh Kebangsaan ini mengatakan, apabila gerakan golput ini terus berkembang, calon pemimpin yang akan terpilih adalah calon yang lebih jelek.

"Yang terpilih pasti yang lebih jelek. Nah, kalau golput tidak ada, semua menggunakan hak pilihnya (akan berbeda). Pilihlah yang terbaik dari yang ada," jelas Mahfud.

Baca juga: Mahfud MD: Sekarang Banyak Upaya Mengadu Domba Rakyat

Menurut Mahfud, tak masalah pemilu meniru istilah yang dipakai orde baru, yaitu pesta demokrasi.

Setiap pesta itu, kata Mahfud, biasanya menyenangkan. Karena itu, tidak ada sesorang yang menikmati makannan di sebuah pesta, ketika pulang semuanya sakit perut.

"Pesta itu ya, pilih sendiri caleg ini, caleg itu, capres ini, capres itu, makanlah ibarat pesta," ujar Mahfud.

"Nah, nanti ketika sudah pulang perut kita enak dan kita rukun kembali sebagai bangsa. Karena pada dasarnya, pemilu itu untuk memilih pemimpin bersama," jelas Mahfud MD, mengajak publik untuk tidak golput pada Pilpres 2019 mendatang.

Baca juga: Mahfud MD: Pemilu Itu Hanya Jalan untuk Membangun Kemajuan, Tidak Usah Bertengkar

Pria kelahiran Sampang, Madura, ini menambahkan, memilih calon pemimpin adalah hak eksklusif yang diberikan konstitusi kepada warga.

"Jangan sampai golput, rugi. Gerakan kita ke sana, mengajak untuk memilih siapa saja. Pilih, pilih, pilih. Pokoknya pilih," tegas Mahfud.

Jelajah kebangsaan

Sekadar diketahui, Dialog Suluh Kebangsaan seri VIII di Stasiun Kereta Api Gubeng, Surabaya, merupakan rangkaian dari kegiatan 'Jelajah Kebangsaan' dengan rute Merak-Banyuwangi.

Kegiatan di wilayah Daerah Operasional (Daop) Surabaya itu dilaksanakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) bekerja sama dengan Gerakan Suluh Kebangsaan.

Baca juga: Budayawan Romo Benny: Kita Mengalami Krisis Etika Politik

'Jelajah Kebangsaan' bertujuan untuk menyebarluaskan semangat positif kebangsaan, serta mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara dalam rangka meyerukan pengokohan ikatan kebangsaan.

Dialog Kebangsaan seri IX akan dihelat di Banyuwangi pada Jumat (22/2/2019) sekaligus mengakhiri rangkaian kegiatan 'Jelajah Kebangsaan' di atas kereta api.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Regional
Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Regional
Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Regional
4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Regional
Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Regional
Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Regional
Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Regional
Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Regional
Tol Jakarta-Cikampek Padat, 'Contraflow' Diberlakukan

Tol Jakarta-Cikampek Padat, "Contraflow" Diberlakukan

Regional
Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Regional
Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Regional
Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Regional
Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X