Kompas.com - 21/02/2019, 20:25 WIB
Dorfin Felix (35), terdakwa kasus kepemilikan 2,4 kilogram narkotika jenis sabu batal menjalani sidang pertamanya karena tidak ada penerjemah, Kamis (21/2/2018). KOMPAS.com/ FITRI RACHMAWATIDorfin Felix (35), terdakwa kasus kepemilikan 2,4 kilogram narkotika jenis sabu batal menjalani sidang pertamanya karena tidak ada penerjemah, Kamis (21/2/2018).

MATARAM, KOMPAS.com - Dorfin Felix (35), WNA asal Perancis, terdakwa kasus kepemilikan 2,4 kilogram narkotika jenis sabu, Kamis (21/2/2019) batal menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Negeri Mataram lantaran tak ada penerjemah bahasa yang mendampingi.

Berdasarkan pantuan Kompas.com, sekitar pukul 14.00 Wita, Dorfin turun dari mobil tahanan. Ia saat itu mengenakan kemeja lengan panjang biru langit, rompi tahanan berwarna merah marun dengan tangan terborgol. Ia dijaga ketat aparat kejaksaan serta polisi bersenjata.

Tangan Dorfin diborgol bukan karena dia sempat melarikan diri dari sel tahanan Polda NTB, bulan lalu, tetapi memang sesuai standar operasional prosedur (SOP) pengamanan untuk tahanan Lapas Mataram yang akan menjalani proses persidangan di PN Mataram.

Dorfin sempat mengatakan sesuatu pada Kompas.com terkait siapa orang yang membantunya lari.

"Do you want to know who help me to skip?" Namun saat hendak meneruskan ucapannya, Dorfin langsung didorong petugas masuk ke ruang sidang.

Baca juga: Gembong Narkoba asal Perancis, Dorfin Felix, Dilimpahkan ke Kejaksaan

Sebelum menjalani persidangan, Dorfin harus antre bersama puluhan tahanan lainnya di ruang tahanan Pengadilan Negeri Mataram. Sesekali kali ia terlihat berbincang dengan tahanan lain dan meminum minuman ringan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memasuki ruang sidang, Dorfin menolak berkomentar. Dia bahkan sempat mengangguk ketika ditanya kondisinya baik.

Sidang memang tak berlangsung lama, hanya beberapa menit saja. Ketua Majelis Hakim yang juga Kepala Pengadilan Negeri Mataram Isnurul Syamsul Arif menanyakan penerjemah Dorfin.

"Silakan JPU dan kuasa hukum menyiapkan penerjemah untuk terdakwa, dan sidangnya hari Senin," kata Isnurul.

Deni Arfianto, kuasa hukum Dorfin, mengatakan, batalnya sidang pertama Dorfin karena tidak ada penerjemah resmi untuk terdakwa. Hakim menginginkan penerjemah dari lembaga resmi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X