BPMA: Cara Tambah "Income" Aceh dengan Eksplorasi Potensi Cadangan Migas yang Ada

Kompas.com - 20/02/2019, 19:13 WIB
Pelaksana tugas Kepala BPMA Azhari Idris saat optimis dengan hadirnya BPMA di Aceh akan memicu produksi migas di Aceh dan hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat aceh. Kompas.com/Daspriani Y ZamzamiPelaksana tugas Kepala BPMA Azhari Idris saat optimis dengan hadirnya BPMA di Aceh akan memicu produksi migas di Aceh dan hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat aceh.

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Sejak mulai beroperasi di Aceh tahun 2016, Badan Pengelola Migas Aceh ( BPMA) giat melakukan eksplorasi di kawasan yang berpotensi memiliki cadangan minyak dan gas di Aceh.

Kepala BPMA Azhari Idris mengatakan,  pihaknya kini tengah mengintensifkan eksplorasi di beberapa titik, diantaranya di kawasan Triangle Pase, di perbatasan Aceh Utara dan Aceh Timur, dan pengeboran di laut dalam di kawasan Pidie Jaya, Aceh.

“Cuma ada satu cara untuk bisa menambah income Aceh dengan cara mengeksplorasi potensi cadangan migas yang ada. BPMA juga sudah meminta PHE untuk menemukan pengeboran baru, dan untuk kawasan laut dalam di Pidie Jaya akan dilakukan,” kata Azhari usai kegiatan diskusi publik BPMA, Rabu (20/2/2019).

Baca juga: Guna Pacu Produksi Migas di Aceh, Pemerintah Resmikan Kantor BPMA

Azhari mengatakan, perusahaan Petronas Indonesia sudah menyatakan tertarik untuk berinvestasi di Aceh.

“Ini baru saja kami bicarakan dan BPMA pastinya menyambut baik keinginan tersebut. Petronas ini kan sebuah perusahaan besar yang sangat aktif di Indonesia dalam melakukan investasi di bidang migas,” kata Azhari Idris.

Menyikapi hal ini, Azhari mengatakan bahwa BPMA akan melakukan diskusi dan koordinasi dengan badan Geologi Nasional untuk memastikan area kosong dan terbuka untuk dieksplorasi.

“Jika area-area ini sudah dipastikan maka kita akan menyampaikan hal ini kepada pemerintah untuk melakukan pelelangan sehingga investor di bidang Migas bisa masuk dan melakukan investasi,” jelasnya.

Baca juga: Jokowi: Mafia Minyak Petral Kita Bubarkan, 51 Persen Saham Freeport Kita Rebut...

Pengamat Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Nazamuddin, mengatakan kehadiran BPMA sebagai lembaga yang mengundang kehadiran investor migas di Aceh bisa menjadi penyelamat Aceh manakala masa penerimaan dana otsus oleh Aceh berakhir tahun 2027 mendatang.

“Artinya dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh BPMA akan menentukan bagaimana pengelolaan migas Aceh kedepannya. Termasuk menghadirkan banyak investor khususnya di bidang migas mulai saat ini tentunya akan memberi peluang banyak bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujar Nazamuddin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Etek Lawu, Komunitas Pegadang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Etek Lawu, Komunitas Pegadang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Regional
Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Regional
Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Regional
Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Regional
Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Regional
Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Regional
Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X