Fakta Hidup "Si Mantan Preman" Bagas Suratman, Jadi Petani Sukses hingga Omset Rp 15 Juta Per Hari

Kompas.com - 20/02/2019, 17:01 WIB
Pekerja sedang memilah dan membersihkan sayuran di kompleks kebun sayur Bagas Suratman di Tangerang, Selasa (19/2/2019). BAGAS SURATMANPekerja sedang memilah dan membersihkan sayuran di kompleks kebun sayur Bagas Suratman di Tangerang, Selasa (19/2/2019).

Kini, dari transaksi sayuran dan buah-buahan, Bagas meraup omzet kotor hingga Rp 15 juta per hari. Pendapatan itu belum dipotong untuk membayar gaji pekerja dan biaya lain.

Bagas juga sudah mampu menyewa lahan seluas 26 hektar untuk ditanami sayuran dan buah-buahan seperti melon.

Ia memasok hasil usaha taninya ke pasar-pasar tradisional dan supermarket-supermarket di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Baca Juga: Ada Panen Raya, Petani Jagung Dihantui Penurunan Harga

5. Membuka lapangan pekerjaan bagi para pengangguran

Pengalaman dipecat dari sejumlah pekerjaan membuat Bagas ingin membantu para pengangguran, khususnya preman, untuk mendapatkan pekerjaan.

Bagas pun merekrut para pengangguran, pemabuk, mantan preman, dan lain sebagainya, termasuk mantan teman-temannya yang dahulu berkecimpung di dunia yang disebutnya "jalanan". Rata-rata pekerja di kebun Bagas bertato.

“Tidak penting berapa pendapatan saya. Yang terpenting adalah bagaimana saya bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujar Bagas.

Bagas pun hanya mensyaratkan beberapa hal bagi para pencari pekerjaan tersebut, yaitu jujur dan mau bekerja keras.

"Hanya itu syarat yang saya berlakukan. Tidak penting dari kalangan mana. Siapa pun boleh bekerja di sini yang penting memenuhi syarat itu," katanya.

Baca Juga: Harga Sayur Kol Anjlok Drastis, Petani di Magetan Enggan Memanen

6. Terbuka bagi generasi muda untuk belajar bertani

Ilustrasi petaniKOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO Ilustrasi petani

Kisah perjuangan Bagas dari kehidupan terpuruk menjadi petani sukses menginspirasi banyak orang, apalagi setelah kisahnya itu muncul di media asal Inggris, BBC.

"Banyak orang yang menghubungi saya, baik melalui WhatsApp maupun media sosial," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X