8 Kasuari Sitaan di Surabaya Dilepasliarkan di Hutan Iwawa Mimika

Kompas.com - 20/02/2019, 16:48 WIB
Kasuari Gelambir Ganda saat berada di kandang sebelum dilepasliarkan di Hutan Iwawa, Kampung Nayaro, Mimika, Papua, Rabu (20/2/2019) KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRAKasuari Gelambir Ganda saat berada di kandang sebelum dilepasliarkan di Hutan Iwawa, Kampung Nayaro, Mimika, Papua, Rabu (20/2/2019)


TIMIKA, KOMPAS.com - Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem bekerja sama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN), PT Freeport Indonesia, Multi Stakeholders Forum Mimika, Usaid Lestari, masyarakat, serta Pemkab Mimika, melepasliarkan kasuari gelambir ganda sebanyak 8 ekor di Hutan Iwawa, Kampung Nayaro, Mimika, Papua, Rabu (20/2/2019).

Delapan ekor kasuari ini merupakan hasil sitaan Balai Penegakan Hukum dan Balai Besar KSDA Jawa Timur, di Bandara Juanda, pada November 2017 lalu.

Selanjutnya, pada Agustus 2018, Balai Besar KSDA Jawa Timur bekerja sama dengan JAAN mengembalikan kasuari tersebut ke Papua.

Baca juga: Dihantam Ombak, Dua Nelayan Hilang di Perairan Mimika

Kasuari tersebut kemudian dilakukan proses rehabilitasi di Isyo Hills Nimbongkrang, Jayapura, oleh Balai Besar KSDA Papua selama 6 bulan.

Setelah kondisi kesehatan kasuari tersebut dinyatakan sehat, sehingga dilakukan pelepasliaran di Hutan Iwawa, Kampung Nayaro, Mimika, setelah melalui proses survei, pada 13-15 Februari 2019 lalu.

Survei yang dilakukan itu dalam rangka untuk indentifikasi terkait dengan ketersedian pakan, potensi ancaman dan kesesuaian habitat, serta terkait dengan sosial budaya masyarakat sekitar, guna keberlangsungan hidup kasuari tersebut setelah dilepasliarkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Drh Indra Exploitasia mengatakan, dengan melepasliarkan kasuari gelambir ganda ini ke alamnya, maka diharapkan dapat meningkatkan kasuari tersebut di Papua. Namun, tentunya peran masyarakat juga dibutuhkan.

"Selain itu, kolaborasi berbagai pihak terutama masyarakat adat yang ada di sekitar kawasan hutan dalam upaya perlindungan keanekaragaman hayati di Indonesia," kata Indra.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edwarad Sembiring mengatakan, Hutan Iwawa merupakan wilayah sakral dari masyarakat adat Kampung Nayaro dari kepemilikan marga Mifaro, dan secara umum marga Tapura atau marga Tumua Mirimu, sehingga masyarakat kampung tersebut tidak melakukan pemanfaatan hasil hutan tersebut.

Baca juga: Hak Segera Dibayarkan, Guru SMA dan SMK se-Mimika Batal Boikot Ujian Semester

"Selain itu, mayarakat mitra polhut (MPP) Kampung Nayaro yang merupakan binaan dari cabang Dinas Kehutanan Mimika akan berperan aktif dalam upaya perlindungan keanekaragaman hayati di Kampung Nayaro," kata Edward.

Untuk diketahui, kasuari gelambir ganda merupakan salah satu dari tiga spesies kasuari yang ada di Papua, dan merupakan satwa yang dilindungi undang-undang berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999, tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Selain itu Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi sebagaimana terakhir diubah dengan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.