Ini Cara Umi Mengurus Surat Pindah Memilih Agar Tak Golput

Kompas.com - 20/02/2019, 14:53 WIB
Umi Kulsum, santri Pondok Al-Ghozali di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, menunjukkan namanya terdaftar dalam DPT Pemilu 2019, Selasa (19/2/2019). Sebagai santri yang jauh dari tempat tinggalnya, Umi Kulsum telah mengantongi Form A5 sebagai dokumen untuk memilih di Kabupaten Jombang. KOMPAS.com/MOH. SYAFIIUmi Kulsum, santri Pondok Al-Ghozali di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, menunjukkan namanya terdaftar dalam DPT Pemilu 2019, Selasa (19/2/2019). Sebagai santri yang jauh dari tempat tinggalnya, Umi Kulsum telah mengantongi Form A5 sebagai dokumen untuk memilih di Kabupaten Jombang.

JOMBANG, KOMPAS.com - Mengurus dokumen pindah memilih bagi pemilih yang tidak bisa pulang ke rumah saat Pemilu 2019, ternyata tidak sulit.

Pengalaman itu seperti diungkapkan Umi Kulsum, santri Pondok Al-Ghozali, salah satu Pondok di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur.

"(mengurus pindah tempat memilih) Mudah kok, tapi pastikan dulu nama kita sudah masuk DPT (Daftar Pemilih Tetap) atau belum," katanya saat ditemui di Pesantren Tambakberas Jombang, Selasa (19/2/2019).

Selain kepastian nama dalam DPT Pemilu 2019, Umi Kulsum kini bisa ikut menyalurkan hak suaranya di Jombang berkat fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang dimilikinya.

"Kalau nama kita sudah ada di DPT, kita tinggal datang ke kantor KPU, bawa KTP dan KK. Di sana diproses dan sekarang saya sudah bisa milih di Jombang," ungkap santri asal Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan ini.

Baca juga: Pemilih Pemula Perlu Edukasi Pemilu di Sekolah, Bukan Kampanye

Umi Kulsum menuturkan, namanya tercatat dalam DPT untuk Pemilu 2019 di kampung halamannya.

Rumah tinggalnya yang jauh dari pesantren, tidak memungkinkan baginya untuk pulang saat hari H pemungutan suara.

Untuk pulang ke rumah, mahasiswi semester akhir di Universitas KH. Wahab Chasbullah (Unwaha) Tambakberas ini mengaku tak memiliki uang yang cukup. Selain biaya perjalanan pulang dan kembali lagi ke pesantren, waktu yang diperlukan juga tidak sebentar.

"Kalau pulang untuk nyoblos, biayanya Rp. 600 ribu kalau naik bis. Kalau naik pesawat bisa Rp. 1 jutaan. Itu untuk biaya pulang saja. Belum waktunya, jika naik bis waktunya 3 hari untuk sampai ke rumah," beber Umi.

Sebelum mengetahui adanya fasilitasi pindah lokasi memilih, Umi Kulsum mengaku pasrah dan berkeyakinan tidak bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

"Untungnya ada kebijakan ini. Jadi ketika saya tahu bisa ikut memilih, saya langsung ngurusi. Sebelumnya sih, sudah tidak mikir bisa ikut milih atau tidak. Rencananya ya golput," katanya.

Umi Kulsum mengajukan dokumen pindah memilih atau Form A5 pada Sabtu (16/2/2019) lalu.

Namanya kini tercatat diantara 868 pemilih yang masuk dalam DPT Tambahan (DPTb) untuk Pemilu 2019 di Kabupaten Jombang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
Suami Pamit Pulang Kampung Lalu Hilang Tanpa Kabar, Istri Hamil Bergantung Hidup pada Tetangga

Suami Pamit Pulang Kampung Lalu Hilang Tanpa Kabar, Istri Hamil Bergantung Hidup pada Tetangga

Regional
Istana Maimun Segera Dibuka untuk Wisatawan

Istana Maimun Segera Dibuka untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 Maluku: Tambah 16 Kasus Positif, Berasal dari Ambon dan Seram Bagian Timur

Update Covid-19 Maluku: Tambah 16 Kasus Positif, Berasal dari Ambon dan Seram Bagian Timur

Regional
Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Regional
Hemat Anggaran, 130 Tenaga Medis RS Rujukan Covid-19 Sumut Pindah dari Hotel ke Wisma Atlet

Hemat Anggaran, 130 Tenaga Medis RS Rujukan Covid-19 Sumut Pindah dari Hotel ke Wisma Atlet

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X