Suap Fasilitas Mewah di Lapas Sukamiskin, Fahmi Darmawansyah Dituntut 5 Tahun Penjara.

Kompas.com - 20/02/2019, 12:56 WIB
Tampak Fahmi Darmawansyah tampak terduduk di kursi pesakitan mendengarkan tuntutan yang dibacakan Jaksa KPK, Rabu (20/2/2019). KOMPAS.com/AGIEPERMADITampak Fahmi Darmawansyah tampak terduduk di kursi pesakitan mendengarkan tuntutan yang dibacakan Jaksa KPK, Rabu (20/2/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Fahmi Darmawansyah terdakwa dalam kasus suap fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin dituntut hukuman maksimal lima tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/2/2019).

"Menuntut dan meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara," kata jaksa KPK membacakan tuntutan.

Suami Inneke Koesherawati itu terbukti bersalah telah memberikan sejumlah uang dan barang untuk kepentingannya mendapatkan fasilitas mewah dan izin keluar lapas.

Baca juga: Fahmi Darmawansyah Akui Berikan Mobil untuk Mantan Kalapas Sukamiskin

Hal tersebut sesuai dakwaan primair pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam pembacaan tuntutannya, Jaksa juga menjelaskan bahwa Fahmi telah memberikan sejumlah barang kepada Wahid Husein berupa mobil Mitsubishi Triton, sandal dan tas mewah serta uang jutaan rupiah untuk mendapatkan fasilitas mewah.

Adapun fasilitas mewah yang didapatkan Fahmi berupa kamar mewah yang dilengkap televisi kabel, AC, kasur pegas. Terdakwa juga menggunakan ponsel saat berada di Lapas Sukamiskin.

"Terdakwa bahkan memiliki saung dan membangun ruangan 2x3 meter untuk berhubungan suami iatri untum digunakan sendiri atau disewakan," kata jaksa.

Baca juga: Fahmi Darmawansyah Punya Kamar Khusus di Lapas Sukamiskin untuk Berhubungan Badan

Menurut Jaksa, perbuatan fahmi yang mengulang perbuatan suap merupakan salah satu hal yang memberatkan tuntutannya. Sedang hal yang meringankannya adalah Fahmi bersikap sopan dan menyesali perbuatannya.

"Hal memberatkan terdakwa mengulangi lagi perbuatannya dan karena terdakwa pernah dihukum atas kasus suap," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X