Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Kompas.com - 19/02/2019, 21:52 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau, Senin (18/2/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGKebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau, Senin (18/2/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Riau akhirnya menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan ( karhutla), Selasa (19/2/2019).

Hal itu menyusul kasus karhutla yang terus terjadi sejak Januari hingga Februari 2019.

" Status siaga darurat karhutla ditetapkan sejak hari ini hingga 31 Oktober 2019," ucap Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim kepada wartawan seusai rapat penetapan status siaga darurat karhutla bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Riau, Selasa.

Dia menyampaikan, penetapan status tersebut dilakukan karena karhutla masih terjadi di sejumlah daerah di Riau.


"Untuk Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, itu lebih dulu menetapkan status siaga darurat karhutla," sebut Wan Thamrin.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, luas lahan yang terbakar sekitar 627 hektar. Sedangkan di Kota Dumai, luas lahan terbakar sekitar 43,5 hektar.

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Karhutla di Dumai, 2 Orang Ditetapkan Tersangka

Wan Thamrin menambahkan, pertimbangan penetapan status siaga darurat karhutla juga didasari oleh prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, yang menyebutkan masih minimnya hujan di wilayah pesisir Riau.

Oleh karena itu, dia berharap agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama.

"Kita harap penanganan karhutla dapat dilakukan seluruh unsur, baik TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat," tutup Wan Thamrin.

Sebagaimana pantauan Kompas.com dalam dua hari terakhir, karhutla saat ini masih terjadi di wilayah Bengkalis dan Kota Dumai.

Untuk di Kota Dumai, sebagian besar api sudah padam, namun masih menyisakan asap yang keluar dari gambut, seperti yang terlihat di Kecamatan Medang Kampai dan Kecamatan Sungai Sembilan.

Baca juga: 5 Fakta Bencana Karhutla di Dumai, Status Siaga Darurat hingga Kendala Petugas

Sementara untuk di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, luas lahan yang terbakar sangat parah. Namun, api juga sebagian besar sudah bisa dipadamkan tim gabungan.

Meski api sudah padam, wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini, berkabut asap. Sebab api masih ada di dalam gambut yang kedalamannya sekitar 3 sampai empat meter.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X