Pegang Alat Vital Beruang demi Hibur Penonton, Sirkus Ini Tuai Kecaman

Kompas.com - 19/02/2019, 16:05 WIB
Pelatih pegang alat kelamin beruang sirkus di hadapan para pengunjung untuk menarik perhatian dan sorak-sorai. FacebookPelatih pegang alat kelamin beruang sirkus di hadapan para pengunjung untuk menarik perhatian dan sorak-sorai.

KOMPAS.com – Aksi pelatih binatang sirkus yang memegang alat kelamin beruang demi tepukan tangan dan sorak-sorai penonton menuai banyak kecaman.

Kejadian ini terekam dalam sebuah video berdurasi singkat dan tersebar luas di media sosial. Video semakin viral saat diunggah akun Movement to End Animal Circuses in Indonesia di Facebook pada 6 Februari 2019.

Dalam video itu terlihat seekor beruang yang diketahui bernama Bimo, tengah melakukan atraksi yang diarahkan oleh seorang pelatih. Beruang madu itu berdiri di panggung dengan memegang alat bantu yang terbuat dari kayu.

Saat itu, Bimo diberi makanan oleh si pelatih. Tidak lama kemudian, pemandu sirkus berbicara tentang Bimo yang tidak memakai celana dengan pengeras suara.

"Aku enggak pakai celana, tolong tolong keliatan 'tututnya'," kata si pemandu sirkus.

Pawang pun dengan segera memegang alat kelamin si beruang menggunakan tangan kirinya.

"Tut. Eaa," kata si pembawa acara masih dengan pengeras suara.

Aksi itu, spontan mengundang tawa dan sorak-sorai pengunjung yang samar terdengar di balik dentuman musik remix yang dimainkan.

Berdasarkan keterangan yang diunggah akun tersebut, video ini diambil di Cimahi, Jawa Barat, 3 Februari 2019 lalu.

Baca juga: Nestapanya Gajah-gajah yang Kerap Digunakan Beratraksi di Sirkus...

Dikutip dari VOA Indonesia, komunitas yang tergabung dalam Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia, berunjuk rasa menuntut kelompok sirkus keliling Wersut Seguni Indonesia (WSI) sebagai penampil atraksi tersebut, untuk ditutup.

"Tuntutan kami adalah sirkus satwa ini harus ditutup. Pelecehan seksual adalah salah satu bukti bahwa sirkus adalah bentuk kekejaman terhadap hewan," kata koordinator aksi, Marison Guciano saat berunjuk rasa Kamis (14/2) di depan sirkus WGI di Cimahi Mall.

Menurut dia, memegang kelamin binatang termasuk tindakan yang kejam terhadap hewan.

Peraturan resmi yang mengatur kekerasan seksual terhadap hewan memang belum ada di Indonesia. Akan tetapi, peraturan larangan menyiksa hewan sudah tertuang dalam Pasal 302 KUHP dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Satwa ini dipaksa berperilaku tidak wajar. Misalnya beruang melakukan pull-up, bermain hula hoop. Berang-berang naik sepeda. Itu semua merupakan perilaku tidak alami dari hewan-hewan ini. Perilaku itu tidak mereka lakukan di alam liar," ujar Marison.

Pernyataan pihak sirkus

Saat dimintai konfirmasinya, Asisten Manger PT WSI, Rohmadi, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui bahwa memegang kelamin binatang ternyata dinilai sebagai sebuah pelecehan.

"Dari pelatih itu bukan bermaksud melecehkan, karena tugas mereka. Dari sudut pandang lain itu biasa dan menghibur. Dari sudut pandang lain itu kurang sopan. Ya kita perbaiki," kata Rohmadi.

Demikian pula dengan si pelatih Bimo, Andri, ia mengaku akan memperbaiki trik yang ia gunakan dalam menghibur penonton. Ia tidak akan lagi memegang kelamin binatang sirkus sebagai sebuah bentuk atraksi hiburan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Masuk Wilayah Prioritas Penerapan New Normal, Ini Penjelasan Gubernur Bali

Tak Masuk Wilayah Prioritas Penerapan New Normal, Ini Penjelasan Gubernur Bali

Regional
Surabaya Jadi Zona Hitam, Pemkot: Setelah Itu Dikasih Warna Apa Lagi?

Surabaya Jadi Zona Hitam, Pemkot: Setelah Itu Dikasih Warna Apa Lagi?

Regional
Truk Tabrak Tronton di Tol, Sopir Tewas

Truk Tabrak Tronton di Tol, Sopir Tewas

Regional
Belum Putuskan Tahun Ajaran Baru, Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud

Belum Putuskan Tahun Ajaran Baru, Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud

Regional
Pemkot Banjarmasin Persiapkan 5 Fase Sebelum Terapkan 'New Normal'

Pemkot Banjarmasin Persiapkan 5 Fase Sebelum Terapkan "New Normal"

Regional
Banyak Beredar Hoaks Corona, Gubernur Maluku Imbau Warga Tak Lengah

Banyak Beredar Hoaks Corona, Gubernur Maluku Imbau Warga Tak Lengah

Regional
Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Cianjur, Puluhan Warga Mengungsi

Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Cianjur, Puluhan Warga Mengungsi

Regional
Bisa Lolos Razia, Ternyata Pedagang Miras Ini Punya Bunker di Bawah Kasur

Bisa Lolos Razia, Ternyata Pedagang Miras Ini Punya Bunker di Bawah Kasur

Regional
Banting Botol Bir di Pendopo Kabupaten, Anggota DPRD Tulungagung yang Ngamuk Diduga Sempat Minum Miras

Banting Botol Bir di Pendopo Kabupaten, Anggota DPRD Tulungagung yang Ngamuk Diduga Sempat Minum Miras

Regional
Bantah Dakwaan KPK, Bupati Nonaktif Sidoarjo: OTT Apa? Uangnya Dibawa Orang Lain

Bantah Dakwaan KPK, Bupati Nonaktif Sidoarjo: OTT Apa? Uangnya Dibawa Orang Lain

Regional
7 ODGJ Dinyatakan Positif Terinfeksi Covid-19 di RSJ Menur Surabaya

7 ODGJ Dinyatakan Positif Terinfeksi Covid-19 di RSJ Menur Surabaya

Regional
Gubernur Babel Erzaldi Rosman Batal Diisolasi

Gubernur Babel Erzaldi Rosman Batal Diisolasi

Regional
Polisi Gadungan Tipu Belasan Perempuan, Ajak Kencan Malah Bawa Kabur Barang Korban

Polisi Gadungan Tipu Belasan Perempuan, Ajak Kencan Malah Bawa Kabur Barang Korban

Regional
Kisah Ana, Calon Jemaah Haji Asal Yogya yang Dua Kali Gagal Berangkat

Kisah Ana, Calon Jemaah Haji Asal Yogya yang Dua Kali Gagal Berangkat

Regional
Menko PMK: Semester Depan Masih Belajar Daring

Menko PMK: Semester Depan Masih Belajar Daring

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X