Kompas.com - 19/02/2019, 15:25 WIB


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mengantisipasi aksi vandalisme terulang, pengelola Museum Benteng Vredeburg akan meningkatkan pengawasan di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949. Salah satunya dengan menambah kamera CCTV di area monumen.

"Kami akan tambah CCTV, yang tidak ter-backup akan dipasang. Jadi, semua area ter-cover CCTV," ujar Kepala Museum Benteng Vredeburg, Suharja, saat ditemui Kompas.com, Selasa (19/2/2019).

Menurut dia, di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Yogyakarta sudah terpasang CCTV. Hanya saja, memang belum mencakup semua area.

Baca juga: Relief Monumen Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta Jadi Sasaran Vandalisme

"CCTV ada tetapi dibelakang. Nah, yang di posisi relief belum ada," ujar dia.

Suharja menyebut, pengecekan area Museum Benteng Vredeburg termasuk Monumen Serangan Umum 1 Maret dilakukan setiap hari.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Relief Pahlawan Menangis Siapa kami? Tidak dapatkah kalian mengenali wajah kami? Kenapa ada relief kami di sini? Tidak mengertikah kalian dengan bangunan monumental disini? Peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan tonggak sejarah adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia Mungkin jika tidak ada peristiwa 70 tahun yang lalu disini, ditempat kalian beraksi dengan vandalisme kalian, kalian juga semua rakyat Indonesia belum bisa menikmati kedamaian kemerdekaan. . . Kami hanya minta sedikit ruang di bangunan Monumental di Titik Nol Kilometer kota Yogyakarta. . . Menjadi tanggungjawab siapakah vandalisme di relief Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta? @kemdikbud.ri @budayasaya @infojogja @f_jogjapeduli @infocegatan_jogja #relief #vandalismemuseum #vandalisme #museum #vredeburg #sejarah #infojogja

A post shared by museum benteng vredeburg (@museum.benteng.vredeburg) on Feb 17, 2019 at 7:53pm PST

 

Hanya saja, pelaku vandalisme diduga memanfaatkan kelengahan dan melakukan aksinya pada malam hari.

"Setiap hari dicek, mungkin memanfaatkan malam kemudian kelengahan," ujar dia.

Baca juga: Disesalkan, Vandalisme di Relief Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta

"Yang area Monumen Serangan Umum 1 Maret itu tidak dibuka, kecuali ada yang mau memakai. Pemanfaatan monumen juga jarang," tambah dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, relief di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 yang berada di komplek Benteng Vredeburg Yogyakarta menjadi sasaran aksi vandalisme.

Informasi aksi tidak bertanggung jawab ini pertama kali diunggah oleh akun resmi Museum Benteng Vredeburg di Instagram yakni @museum.benteng.vredeburg. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.