Kompas.com - 19/02/2019, 05:00 WIB
Anjing liar di kota Mataram yang dieliminasi untuk mengantisipasi penyebaran rabies sampai ke Kota Mataram, Senin (18/2/2019). KOMPAS.com/FITRI RAnjing liar di kota Mataram yang dieliminasi untuk mengantisipasi penyebaran rabies sampai ke Kota Mataram, Senin (18/2/2019).

MATARAM, KOMPAS.com -  Kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Domp dan Sumbawa, meluas hingga ke Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Tercatat dari 645 orang yang dilaporkan digigit, 19 lainnya adalah korban baru dari Kabupaten Bima. Dengan demikian, hingga Senin (18/2/2019) total korban rabies mencapai 654 orang dari tiga Kabupten di NTB. 

Dinas Pertanian Kota Mataram mencoba untuk mengantisipasi persebaran rabies dengan melakukan upaya pencegahan khusus. Yakni, dengan menekan populasi anjing liar di Kota Mataram yang mencapai angka 14.000 ekor. Hingga Senin, sekitar 100 ekor anjing liar di Mataram telah dieleminiasi atau diracun dengan strichnine.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Mutawalli di ruang kerjanya kepada Kompas.com, Senin. 

Baca juga: 6 Fakta Wabah Anjing Rabies di NTB, Enam Meninggal di Dompu hingga Ciri Manusia dan Anjing Terjangkit Rabies

Dia menekankan bahwa sejak kasus rabies dinyatakan KLB di Kabupaten Dompu dan Sumbawa, kemudian di Bima, kasus itu menyebakan enam warga Dompu meninggal dunia.

Sejak saat itu, wilayah Kota Mataram berstatus waspada KLB rabies. Menurut dia, pihaknya akan menghadang masuknya Hewan Penular Rabies (HPR) masuk Kota Mataram melalui pelabuhan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yakni, baik pelabuhan Lembar Lombok Barat yang menghubungkan Lombok dengan Bali, dan Pelabuhan Kayangan Lombok Timur yang menghubungkan Lombok dengan tiga kabupaten terdampak rabies.

"Kita harus hadang rabies masuk ke Mataram atau Lombok," kata Mutawalli.

Dia mengatakan upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, serta aparat kepolisian dan Balai Karantina untuk menghadang masuknya Hewan Penular Rabies (HPR).

HPR misalnya saja kucing, kera, terutama anjing. HPR akan dicegah masuk wilayah Lombok terutama Mataram, dengan melakukan pemeriksaan ketat di pelabuhan.

Baca juga: Lombok Waspada Rabies, Lalu Lintas Ternak di Pelabuhan Diperketat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X