KPU Kabupaten Bogor Mulai Lakukan Pelipatan Kertas Suara Pileg 2019

Kompas.com - 18/02/2019, 21:22 WIB
Para relawan sedang melakukan pelipatan kertas suara di gudang Kantor KPU Kabupaten Bogor, Senin (18/2/2019). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahPara relawan sedang melakukan pelipatan kertas suara di gudang Kantor KPU Kabupaten Bogor, Senin (18/2/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Bogor mulai melakukan pelipatan kertas suara untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Senin (18/2/2019).

Sebanyak 650 orang atau relawan dilibatkan dalam kegiatan penyortiran dan pelipatan 3,5 juta lebih kertas suara untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pileg 2019.

Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni menuturkan, untuk tahap awal, pihaknya dibebankan untuk melipat kertas suara DPD sebanyak 3.536.936 dari jumlah keseluruhan 17 juta kertas suara untuk Pileg dan Pilpres.

Wahyuni mengatakan, kegiatan tersebut dijadwalkan selama lima hari ke depan terhitung mulai Senin (18/2/2019) hingga Jumat (22/2/2019).


Baca juga: Lokasi Pelipatan Surat Suara di Karawang akan Dipasangi CCTV dan Metal Detector

"Kita baru mendapatkan kiriman kertas suara untuk DPD sekitar 3 juta dan dikerjakan pelipatan penyortiran selama lima hari," kata Wahyuni, di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Dirinya menambahkan, tidak hanya melipat surat suara, relawan juga harus menyortir surat suara yang rusak atau cacat produksi.

Sambungnya, para relawan pelipat kertas suara dibayar Rp 75 ribu per lembarnya. Mereka harus bekerja setiap harinya mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"Surat suara rusak harus disampaikan ke KPU RI. Karena penggantian surat suara tetap dari KPU RI," katanya.

Baca juga: Akhir Februari, KPU Surakarta Akan Mulai Pelipatan Surat Suara Pemilu

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor Irfan Firmansyah mengaku akan selalu mengawasi setiap tahapan dalam penyelenggaraan pemilu.

"Sejauh ini masih kondusif, hanya ada beberapa kelengkapan pemilu yang kurang seperti tali untuk mengikat kotak suara. Ini akan kita laporkan untuk ditambah," sebutnya.

Selama proses pelipatan kertas suara, anggota kepolisian dari Polres Bogor dilibatkan untuk berjaga-jaga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Doa Sang Anak untuk Rosna, Wanita Pertama Asal Maluku yang Taklukan Carstensz

Ini Doa Sang Anak untuk Rosna, Wanita Pertama Asal Maluku yang Taklukan Carstensz

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ular Berkaki Ditemukan Mati di Karhutla Riau | Ibu Muda Lahirkan Bayi Kembar 4

[POPULER NUSANTARA] Ular Berkaki Ditemukan Mati di Karhutla Riau | Ibu Muda Lahirkan Bayi Kembar 4

Regional
Mi Rebus hingga Ikan Palumara, Menu Andalan Kantin Arowana Mace Ardi Unhas yang Sulit Dilupakan

Mi Rebus hingga Ikan Palumara, Menu Andalan Kantin Arowana Mace Ardi Unhas yang Sulit Dilupakan

Regional
Fakta Kasus Kematian Zaenal Usai Berkelahi dengan Polisi, Dipukul di Halaman Satlantas hingga Mobil Patroli

Fakta Kasus Kematian Zaenal Usai Berkelahi dengan Polisi, Dipukul di Halaman Satlantas hingga Mobil Patroli

Regional
Kisah Kantin Legendaris Arowana Mace Ardi Unhas, Bisa Utang hingga Jadi Tempat Mengadu Mahasiswa

Kisah Kantin Legendaris Arowana Mace Ardi Unhas, Bisa Utang hingga Jadi Tempat Mengadu Mahasiswa

Regional
Fakta di Balik Ibu Muda Lahirkan Bayi Kembar 4, Tak Ada Keturunan hingga 1 Dapat Penangan Khusus

Fakta di Balik Ibu Muda Lahirkan Bayi Kembar 4, Tak Ada Keturunan hingga 1 Dapat Penangan Khusus

Regional
Fakta Video Asusila Guru Honorer di Purwakarta, Sakit Hati hingga Terancam 6 Tahun Penjara

Fakta Video Asusila Guru Honorer di Purwakarta, Sakit Hati hingga Terancam 6 Tahun Penjara

Regional
Heboh Toilet Tanpa Sekat di Stasiun Ciamis, Bagaimana Kisahnya?

Heboh Toilet Tanpa Sekat di Stasiun Ciamis, Bagaimana Kisahnya?

Regional
BERITA FOTO: Melihat dari Dekat Wajah Calon Ibu Kota Baru

BERITA FOTO: Melihat dari Dekat Wajah Calon Ibu Kota Baru

Berita Foto
Jumat Malam, Kualitas Udara di Pekanbaru di Level Berbahaya

Jumat Malam, Kualitas Udara di Pekanbaru di Level Berbahaya

Regional
Kejanggalan TKW Lily, Tanda Tangan Dipalsukan hingga Organ Tubuh Diduga Diambil

Kejanggalan TKW Lily, Tanda Tangan Dipalsukan hingga Organ Tubuh Diduga Diambil

Regional
Rektor: Mosi Tidak Percaya pada Jokowi Bukan Sikap Resmi Mahasiswa Unpad

Rektor: Mosi Tidak Percaya pada Jokowi Bukan Sikap Resmi Mahasiswa Unpad

Regional
Pasangan Non Muhrim Dicambuk, Sempat Terhenti karena Kena Leher

Pasangan Non Muhrim Dicambuk, Sempat Terhenti karena Kena Leher

Regional
Dua Tahun Dipaksa Mengemis, Bocah 9 Tahun Dirantai Orangtua Jika Tak Bawa Rp 100 Ribu

Dua Tahun Dipaksa Mengemis, Bocah 9 Tahun Dirantai Orangtua Jika Tak Bawa Rp 100 Ribu

Regional
Ini Motif 3 Pelaku Aniaya Mahasiswa Timor Leste hingga Tewas

Ini Motif 3 Pelaku Aniaya Mahasiswa Timor Leste hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X